Pengantar Komputer

Pertemuan 7,8,9

Representasi Data

Data Struktur  :  Intoduction
Struktur dapat diartikan sebagai suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan.
Data dapat diartikan sebagai suatu fakta, segala sesuatu yang dapat disimbolkan dengan kode-kode yang telah disediakan disetiap komputer.
Type data terdiri dari :
  • Data Tunggal             :  Integer, Real, Boolean, dan Karakter.
  •   Data Majemuk        :  String
  1. Struktur data meliputi   :
  •   Struktur data sederhana : Array dan Record
  •   Struktur data majemuk   :  1.      Linier               :           Stack, Queue, Linier Link List
                                                                     2.      Nonlinier       :           Tree, Binari Tree, Binary Search Tree, Graph.

Hal yang terpenting dalam mempelajari struktur data adalah erat kaitannya dengan pemilihan struktur data yan tepat membuat suatu algoritma yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah menjadi efisien, yang akan membantu logika kita dalam membuat program yang rumit, sehingga operasi-operasi penting dapat dieksekusi dengan sumber daya yang lebih kecil, memori lebih kecil, dan waktu eksekusi yang lebih cepat dan outputnya sesuai dengan yang diharapkan.

Algoritma adalah suatu strategi yang mengandalkan kemampuan berpikir secara logis untuk memecahkan suatu masalah.

Type Data
Disetiap bahasa pemrograman, disediakan berbagai jenis tipe data. Penentuan tipe data yang tepat akan menjadikan sebuah program dapat dieksekusi secara efektif.
Jenis-jenis Data :
1.      Integer yaitu data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek data dengan range
 -32768 s/d 32767.
Operasi yang dapat dilaksanakan :
·         Penambahan           ( + )
·         Pengurangan           ( – )
·         Perkalian                  ( * )
·         Pembagian Integer ( / )
·         Pemangkatan           ( ^ )
Operasi itu disebut operasi Binar atau aritmatic operator yaitu operasi yang bekerja terhadap 2 Integer (operand). Sedangkan operator yang mempunyai satu operand disebut Unar (Negasi = Not). Selain itu ada juga operasi tambahan yang disediakan oleh bahasa pemrograman tertentu, yaitu :
·         MOD   :   sisa hasil pembagian bilangan
·         DIV       :  hasil pembagi bilangan
·         ABS      :  mempositifkan bilangan negative
·         SQR     :  menghitung nilai akar dari bilangan
Penuisan didalam bahasa pemrograman Pascal : var a : integer
2.      Real
Data numerik yang mengandung pecahan digolongkan dalam jenis data Real ( floating point ). Operasi yang berlaku pada bilangan integer juga berlaku pada bilangan real. Selain itu ada operasi lainnya seperti :
INT   :  Membulatkan bilangan real, missal INT (34.67) = 34
3.      Boolean
Type ini dikenal pula sebagai “Logical Data Types”, digunakan untuk melakukan pengecekan suatu kondisi dalam suatu program. Elemen datanya hanya ada 2 yaitu True and False, biasanya dinyatakan pada sebagai 1 dan 0
Operatornya terdiri dari   :   AND, OR, NOT
                                                    Binar       Unar
Dalam urutan operasi Not mendapat prioritas pertama. Kemudian baru AND dan OR kecuali bila diberi tanda kurung.
Masih ingatkah anda dengan table logika?
Nilai True dan False dapat juga dihasilkan oleh operator Relational.
Operator tersebut : <, >, <=, >=, =, <>, =
Ex.    6  <  12   :  True

A  <>  A  :  False

4.      Logika

Dalam logika matematika, setiap pertanyaan atau kombinasi beberapa pernyataan memiliki nilai TRUE (benar) atau FALSE (salah). Kombinasi pernyataan dapat disusun dalam operasi-operasi logika, dengan operasi-operasi dasar sebagai berikut :

  1. Negasi (NOT), menghasilkan kebalikan nilai kebenaran dari suatu pernyataan.
  2. Disjungsi (OR), merupakan operasi dimana jika salah satu pernyataan bernilai benar, maka kombinasinya akan bernilai benar.
  3. Konjungsi (AND), merupakan operasi dimana jika salah satu pernyataan bernilai salah, maka kombinasinya akan salah.

5.         Karakter dan String

Tipe karakter mempunyai elemen seperti (0,1,2,3,……9,A,B,C,….Z,?,”,!,..)

String merupakan barisan hingga simbol yang diambil dari himpunan karakter.

Operasi yang berlaku terhadap string:

  • Length : Menghitung panjang suatu string
  • Concat : Menyambung 2 string atau lebih
  • Substr : Pengambilan beberapa karakter dari suau string untuk menjadi string baru
  • Insert : Menyisipkan suatu string pada string lain di posisi tertentu
  • Delete : Menghapus beberapa string
  • Index : mencari posisi awal suatu string pada string lain.

SISTEM BILANGAN

Sistem bilangan dalam komputer terbagi menjadi 4 yaitu: Bilangan Desimal, Bilangan Binary, Bilangan Oktal, dan Bilangan hexadesimal.

Bilangan Desimal

merupakan bilangan berbasis 10 dengan simbol 0 s.d. 9, Bentuk nilai ini dapat berupa integer desimal atau pecahan.

Integer desimal :

adalah nilai desimal yang bulat, misalnya 8598 dapat diartikan :

8 x 103             = 8000

5 x 102            =   500

9 x 101            =      90

8 x 100            =        8

8598

Pecahan desimal :

Adalah nilai desimal yang mengandung nilai pecahan dibelakang koma, misalnya nilai 183,75 adalah pecahan desimal yang dapat diartikan :

1 x 10 2            = 100

8 x 10 1            =  80

3 x 10 0            =    3

7 x 10 –1           =    0,7

5 x 10 –2           =    0,05

183,75

Bilangan Binary

menggunakan 2 macam symbol bilangan berbasis 2digit angka, yaitu 0 dan 1.

Contoh bilangan 1001 dapat diartikan :

1 0 0 1

1 x 2 0  = 1

0 x 2 1  = 0

0 x 2 2 = 0

1 x 2 3   = 8

10 (10)

Bilangan Oktal

Sistem bilangan Oktal menggunakan 8 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7.

Position value system bilangan octal adalah perpangkatan dari nilai 8.

Contoh :

12(8) = …… (10)

2 x 8 0 = 2

1 x 8 1   =8

10

Jadi 10 (10)

Bilangan Hexadesimal

Sistem bilangan Oktal menggunakan 16 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,Edan F

Dimana A = 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14 dan F = 15

Position value system bilangan octal adalah perpangkatan dari  nilai 16.

Contoh :

C7(16) = …… (10)

7 x 16 0            =     7

C x 16 1             =  192

199

Jadi 199 (10)

KONVERSI BILANGAN

Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu system bilangan dengan basis  tertentu akan dijadikan  bilangan dengan basis yang lain.

Konversi dari bilangan  Desimal ke biner

Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan dua kemudian diambil sisa pembagiannya.

Contoh :

45 (10) = …..(2)

45 : 2 = 22 + sisa 1

22 : 2 = 11 + sisa 0

11 : 2 =   5 + sisa 1

5 : 2 =   2 + sisa 1

2 : 2 =   1 + sisa 0               101101(2) ditulis dari  bawah ke atas

Konversi bilangan Desimal ke Oktal

Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 8 kemudian diambil sisa pembagiannya

Contoh :

385 ( 10 ) = ….(8)

385 : 8 = 48 + sisa 1

48 : 8 =   6 + sisa 0

601 (8)

Konversi bilangan Desimal ke Hexadesimal

Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 kemudian diambil sisa pembagiannya

Contoh :

1583 ( 10 ) = ….(16)

1583 : 16 = 98  + sisa 15

96 : 16 =   6 + sisa 2

62F (16)

Konversi bilangan biner ke desimal

Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.

Contoh :

1 0 0 1

1 x 2 0 = 1

0 x 2 1 = 0

0 x 2 2 = 0

1 x 2 3 = 8

10 (10)

Konversi bilangan biner ke Oktal

Dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap tiga buah digit biner yang dimulai dari bagian belakang.

Contoh :

11010100 (2) = ………(8)

11   010   100

3          2          4

diperjelas :

100 = 0 x 2 0  = 0

0 x 2 1 = 0

1 x 2 2 = 4

4

Begitu seterusnya untuk yang lain.

Konversi bilangan biner ke Hexademial

Dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner yang dimulai dari bagian belakang.

Contoh :

11010100

1101    0100

D             4

Sumber :

http://restandana.wordpress.com/2011/11/17/pertemuan-789-representasi-data-sistem-dan-konversi-bilangan/

Komentar ditutup.