Lingkungan Basis Data

Lingkungan Basis Data

Database memiliki kapabilitas unik untuk menyajikan informasi ke banyak pengguna sesuai dengan permintaan masing-masing. Pengguna di sini bisa saja manusia atau aplikasi yang masuk secara sah ke database untuk menyimpan atau mendapatkan data. Aplikasi tersebut adalah program yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas bisnis tertentu seperti sistem pemesanan barang, sistem penggajian, sistem akuntansi.

Database memungkinkan setiap pengguna (manusia atau aplikasi) mendapatkan informasi hasil pengolahan data yang berbeda satu sama lain.Yang satu minta laporan pendapatan bulan tertentu sementara yang lain mencetak transaksi hari ini,pengguna lain melakukan pencarian terhadap data
tertentu.Masing-masing menggunakan data dari database yang
sama.Setiap perubahan data yang dilakukan oleh salah satu,
akan juga ditemukan oleh yang lain.
Bagaimana sistem menyimpan dan mengelola data tersebut, hanya diketahui oleh sistem itu sendiri.Abstraksi data ; merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.Lapisan-lapisan abstraksi data ada 3 lapisan yaitu :

  1. lapisan fisik
  2. lapisan logika dan
  3. lapisan luar.

Terdapat 3 buah level abstraksi data :

  1. Level Fisik (Physical Level)
  2. Level Konseptual (Conceptual/Logical Level)
  3. Level Penampakan (View Level)
  • Level Fisik (Phsyical Level)

Phsyical Level

Level fisik

Disebut juga sebagai Physical Schema yang menjelaskan bagaimana data sesungguhnya disimpan dalam memori sekunder.Pada level fisik, Pegawai dapat dijabarkan sebagai blok data yang terletak dalam memori sekunder.

Logical / Konseptual

Menggambarkan data apa yang disimpan pada basis data dan hubungan apa saja yang ada di antara data tersebut.Level ini biasa dipakai oleh DBA
Contoh:
Data Mahasiswa, disimpan dalam table:

  • Biodata Mahasiswa
  • Rencana Studi Mahasiswa
  • Nilai Mahasiswa
  • Prestasi Mahasiswa

Logical/Konseptual

Level view

View level merupakan lapisan tertinggi pada arsitektur tiga skema.Pada level ini pemakai hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan kemungkinan hanya mencakup sebagian data dalam database.

Level View

Bahasa DBMS

DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data.Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu BD maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data.

  • Bahasa Basis Data dipilah ke dalam 2 bentuk :Data Definition Language (DDL)
  1. DDL digunakan untuk mendefinisikan database, misal untuk membuat tabel, modifikasi tabel, membuat index,membuat view dan kelengkapan database.
  2. Secara garis besar DDL digunakan untuk melakukan maintenance database.
  3. Syntaks atau keyword yang masuk dalam kategori ini antara lain :

CREATE : digunakan untuk membuat objek baru,
DROP      : digunakan untuk menghapus tabel atau database
ALTER    : digunakan untuk memodifikasi database.
Contoh :
Buat tabel mahasiswa yang terdiri dari NIM dengan panjang 8 char, Nama dengan panjang 30 char, Alamat dengan panjang 40 char, Jenkel dengan panjang 1 char
Sintaks :
CREATE TABLE
Mahasiswa(NIM char(8) NOT NULL,
Nama char(30) NOT NULL,
Alamat char(40) NOT NULL,
JenKel char(1) NOT NULL)

  • Data Manipulation Language (DML).

DML digunakan untuk melakukan manipulasi atau pengolahan data dalam database. Misalnya  untuk mengambil data (record) dengan kriteris
tertentu, meng-ubah data pada tabel, menjumlahkan data dalam tabel, dan menambahkan data kedalam tabel.

Syntaks atau keyword yang masuk dalam kategori ini antara lain
SELECT  : untuk menampilkan data
INSERT  : untuk menambahkan data baru
UPDATE : untuk mengubah data yang sudah ada
DELETE  : untuk menghapus data

Contoh :
Memasukkan data kedalam tabel mahasiswa fieldnya  atas NIM, Nama, Alamat, Jenkel.
INSERT into mahasiswa (NIM, Nama, Alamat,
Jenkel) values (‘12345′,’andhi’,’yogya’,’L’);
Select * From Mahasiswa;

Jenis DML:

  1. Prosedural  : mensyaratkan agar pemakai menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya.Contoh perintah prosedural:OPEN INPUT KARYAWAN.
    BACA-BERULANG.
    READ KARYAWAN.
    IF TGL_MASUK GREATER THAN OR EQUAL “01/01/1983”
    DISPLAY NAMA
    GO TO BACA- -BERULANG.
    CLOSE KARYAWAN.
  2. Nonprosedural : pemakai menentukan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.Contoh perintah non-prosedural:
    SELECT NAMA FROM KARYAWAN
    WHERE TGL_MASUK < “1983/01/01”.

FUNGSI DBMS

  1. Penyimpanan, pengambilan dan perubahan dataDBMS harus menyediakan kemampuan menyimpan, mengambil dan merubah data dalam basis data.
  2. Katalog yang dapat diakses pemakai DBMS menyediakan sebuah katalog yang berisi deskripsi item data yang disimpan dan diakses oleh pemakai.
  3. Mendukung Transaksi DMBS menyediakan mekanisme yang akan menjamin semua perubahan yang berhubungan dengan transaksi yang sudah ada atau yang  akan dibuat.
  4. Melayani kontrol concurrency menyediakan mekanisme yang menjamin basis data ter-update secara benar pada saat beberapa pemakai melakukan perubahan terhadap basis data yang sama secara bersamaan.
  5. Melayani recovery yang menyediakan mekanisme untuk mengembalikan basis data ke keadaan sebelum terjadinya kerusakan pada basis data tersebut.
  6. Melayani autorisasi Sebuah DBMS harus menyediakan mekanisme untuk menjamin bahwa hanya pemakai yang berwenang saja yang dapat mengakses basis data.
  7. Mendukung komunikasi data DBMS mampu terintegrasi dengan software komunikasi.
  8. Melayani data independence DBMS mencakup fasilitas untuk mendukung kemandirian program dari struktur basis data yang sesungguhnya.

sumber :

  • tavipia.staff.gunadarma.ac.id

Komentar ditutup.