MODEL INTEGRASI RAGAM SISTEM INFORMASI EGOV DENGAN MEMANFAATKAN DATABASE KEPENDUDUKAN NASIONAL

Pendahuluan

Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diyakini oleh banyak pihak sebagai salah satu hasil karya cipta teknologi penting yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Hingga saat ini, sudah banyak upaya pemanfaatan TIK yang dilakukan oleh perseorangan, instansi pemerintah/swasta, yaitu dengan mengembangkan sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information Systems/CBIS), baik pada ukuran sistem yang kecil dan terbatas pada sebuah instansi, lingkup nasional, lingkup regional, bahkan internasional/global. CBIS menerima input berupa data-data, mengolah data-data input, dan kemudian menghasilkan keluaran berupa informasi yang ditampilkan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya.

Data-data yang diolah dalam CBIS disimpan dalam media penyimpan sekunder dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan dan ditampilkan kembali, yang dikenal sebagai database. Dengan demikian, setiap pengembangan CBIS akan selalu dilengkapi dengan suatu database. Sekalipun telah diupayakan secara maksimal untuk membuat rancangan database yang memenuhi kriteria. Pengolahan secara database (database processing), namun rancangan database yang dikembangkan oleh perancang CBIS selama ini tetap saja bersifat sektoral sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ditetapkan pada masing-masing CBIS. Pada umumnya, sebagian besar CBIS melibatkan database yang terkait dengan identitas penduduk, misal kepemilikan harta benda, pendidikan penduduk, kesehatan penduduk, kepemilikan berbagai macam surat ijin, layanan pelanggan listrik, layanan pelanggan air minum, pembayaran pajak, perbankan, dan masih banyak lagi.

Permasalahan yang dihadapi adalah rancangan database yang dikembangkan dalam banyak CBIS selama ini banyak mengalami redudansi data identitas penduduk, sangat jarang yang “mau” berbagi dengann di antara pemilik sistem informasi, sehingga memunculkan banyak versi database identitas penduduk. Hal ini akan menjadi potensi terjadinya inkonsistensi data identitas penduduk. Inkonsistensi data akan mengakibatkan munculnya banyak versi hasil pengolahan data.

Konsep Penting Tentang Database

Sudah sejak sangat lama, James Martin (1975) menyatakan bahwa suatu database mempunyai enam kriteria penting yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Berorientasi pada data (data oriented) dan bukan berorientasi pada program (program oriented) yang akan menggunakannya.
  2. Dapat digunakan oleh banyak pengguna atau program aplikasi tanpa perlu mengubah database.
  3. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya
  4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem baru secara mudah
  5. Dapat digunakan dengan cara yang berbeda-beda
  6. Kerangkapan data (data redundancy) dalam database minimal

Sementara itu, Abraham Silberschatz, Henry F. Korth, dan S. Sudarshan (2001) menyatakan bahwa penggunaan sistem file untuk penyimpanan data memiliki kelemahan yang terkait dengan permasalahan berikut :

  1. Kerangkapan data dan inkonsistensi, yaitu format file yng berbeda-beda dan duplikasi data dalam file-file yang berbeda akan memerlukan penulisan program baru untuk memenuhi setiap tugas baru.
  2. Isolasi data, dapat terjadi akibat penggunaan banyak file dengan format yang berbeda-beda.
  3. Permasalahan integritas, dimana batasan-batasan integritas yang menjadi bagian kode program akan menimbulkan kesulitan saat penambahan atau perubahan batasan integritas.
  4. Atomisitas pada proses update, bahwa kesalahan data dalam database dapat terjadi akibat status update yang tidak konsisten atau tidak lengkap.
  5. Permasalahan akibat akses bersama oleh banyak pengguna, dimana akses bersama diperlukan untuk peningkatan kinerja namun akses bersamaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan inkonsistensi data
  6. Permasalahan keamanan data
J. L. Whitten & L. D. Bentley (1998)

J. L. Whitten & L. D. Bentley (1998)

Menurut J. L. Whitten & L. D. Bentley (1998), perancangan database untuk CBIS berbeda dengan perancangan database konvensional. Dalam perancangan database konvensional file-file dibuat untuk masing-masing aplikasi, sedangkan dalam konsep database sistem-sistem aplikasi dibuat dengan memanfaatkan sebuah database. Gambaran perbedaan antara file konvensional dan database ditunjukkan oleh gambar berikut ini :

database 1

Penyusunan database dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan pada saat pengolahan data.

Menurut CJ. Date (1995), pengelolaan data dengan pendekatan database akan memberikan keuntungan berikut:

  1. Kerangkapan data dapat diminimalkan. Jika file-file database dalam program aplikasi diciptakan oleh perancang yang berbeda dengan selang waktu lama, beberapa bagian data seringkali mengalami kerangkapan.
  2. Inkonsistensi data dapat dihindari. Database yang bebas dari kerangkapan data akan terhindar dari munculnya data-data yang tidak konsisten.
  3. Data dalam database dapat digunakan bersama (multiuser). Dalam rangka meningkatkan kinerja sistem dan untuk memperoleh waktu respon yang cepat, beberapa sistem mengijinkan banyak pengguna untuk dapat meng-update data secara simultan. Salah satu alasan penyusunan database adalah karena nantinya data tersebut akan digunakan oleh banyak pengguna atau program aplikasi yang berbeda secara bersama.
  4. Standarisasi data dapat dilakukan. Definisi file database di dalam kamus data memungkinkan untuk menerapkan standarisasi data dalam database.
  5. Pembatasan untuk keamanan data dapat diterapkan. Batasan akses data dalam database dapat diatur sehingga hanya pengguna tertentu yang mempunyai wewenang saja yang dapat mengaksesnya
  6. Integritas data dapat terpelihara. Integritas berhubungan dengan kinerja sistem agar dapat melakukan kendali/kontrol pada semua bagian sistem sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian penuh. Integritas data berhubungan dengan pengendalian sistem yang dirancang agar sistem tersebut dapat beroperasi sesuai batasan dan aturan yang ditetapkan.
  7. Perbedaan kebutuhan data dapat diseimbangkan. Setiap pengguna dalam sistem memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Penyusunan database yang benar akan menyeimbangkan perbedaan-perbedaan kebutuhan tersebut, karena pengguna akan menggunakan database yang sama.

Menurut Kamran Parsaye, Mark Chignell, Setrag Khoshafian, dan Harry Wong (1989) penggunaan database akan memberikan keuntungan berupa:

  1. Akses bersama data untuk pengguna-pengguna yang berbeda.
  2. Keamanan data.
  3. Meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam update untuk pemelihaan data.

Sedangkan Raymond McLeod Jr. dan George Schell (2001) mengungkapkan bahwa pengembangan database akan memberikan lima keuntungan yaitu:

  1. Mengurangi kerangkapan data.
  2. Menghindari ketergantungan data.
  3. Memungkinkan integrasi data.
  4. Pemanggilan data dan informasi lebih cepat.
  5. Meningkatkan keamanan data.

Sumber :

  • E Sutanta, R Wardoyo, K Mustofa, E Winarko – ie.akprind.ac.id

Komentar ditutup.