Decision Support System (DSS)

Pendahuluan

Sebelum pembahasan kali ini.Kita telah melihat manajer dapat memperoleh sejumlah informasi dari SIA,SIP, dan lebih banyak lagi informasi dari SIM.Sistem Pendukung Keputusan atau istilahnya decision support system dibuat sebagai suatu cara untuk memenuhi kebutuhan ini.

DSS menyediakan informasi pemecah masalah maupun kemampuan komunikasi dalam memecahkan masalah semi-terstruktur.Informasi dihasilkan dalam bentuk laporan periodik dan khusus,dan output dari model matematik dan sistem pakar.Komunikasi digunakan saat berbagai kelompok manajer terlibat dalam pemecahan masalah.

Konsep DSS

Istilah DSS diciptakan oleh G.Anthony Gorry dan Michael S.Scoot Morton,keduanya profesor MIT.Mereka merasa perlunya suatu kerangka kerja untuk mengarahkan aplikasi komputer kepada pengambilan keputusan manajemen dan mengembangkan apa yang telah dikenal sebagai Garry & Scott Morton Grid.

Gorry & Scott Morton Grid Gorry & Scott Morton Grid

Gorry dan Scott Morton menggambarkan jenis-jenis keputusan menurut struktur masalah,dari terstruktur hingga tidak.Pada Bab 1 Anthony menggunakan nama perencanaan strategis,pengendalian manajemen,dan pengendalian operasional untuk menjelaskan tingkat manajemen puncak,menengah dan bawah.

Gorry dan Scott Morton awalnya menggunakan istilah DSS hanya untuk aplikasi komputer di masa depan.Selanjutnya istilah tersebut diterapkan pada semua aplikasi komputer yang didedikasikan untuk dukungan keputusan baik sekarang maupun masa depan.

Tujuan DSS

Perintis DSS yang lain di MIT,Peter G.W.Keen,bekerja sama dengan Scott Morton untuk mendefinisikan 3 tujuan yang harus dicapai DSS.Tujuannya adalah :

  1. Struktur Masalah,Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi-terstruktur.
  2. Dukungan Keputusan,mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
  3. Efektivitas Keputusan,meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.

Berbagai Tipe Sistem Pendukung Keputusan (DSS)

Penting untuk dicatat bahwa DSS tidak memiliki suatu model tertentu yang diterima atau dipakai di seluruh dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sehingga terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan DSS.

  1. DSS model pasif adalah model DSS yang hanya mengumpulkan data dan mengorganisirnya dengan efektif, biasanya tidak memberikan suatu keputusan yang khusus, dan hanya menampilkan datanya. Suatu DSS aktif pada kenyataannya benar-benar memproses data dan secara eksplisit menunjukkan beragam solusi berdasarkan pada data tersebut.
  2. DSS model aktif sebaliknya memproses data dan secara eksplisit menunjukkan solusi berdasarkan pada data yang diperoleh, walau harus diingat bahwa intervensi manusia terhadap data tidak dapat dipungkiri lagi. Misalnya, data yang kotor atau data sampah, pasti akan menghasilkan keluaran yang kotor juga (garbage in garbage out).
  3. Suatu DSS bersifat kooperatif jika data dikumpulkan, dianalisa dan lalu diberikan kepada manusia yang menolong system untuk merevisi atau memperbaikinya.
  4. Model Driven DSS adalah tipe DSS dimana para pengambil keputusan menggunakan simulasi statistik atau model-model keuangan untuk menghasilkan suatu solusi atau strategi tanpa harus intensif mengumpulkan data.
  5. Communication Driven DSS adalah suatu tipe DSS yang banyak digabungkan dengan metode atua aplikasi lain, untuk menghasilkan serangkaian keputusan, solusi atau strategi.
  6. Data Driven DSS menekankan pada pengumpulan data yang kemudian dimanipulasi agar sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan, dapat berupa data internal atua eksternal dan memiliki beragam format. Sangat penting bahwa data dikumpulkan serta digolongkan secara sekuensial, contohnya data penjualan harian, anggaran operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya, dsb.
  7. Document Driven DSS menggunakan beragam dokumen dalam bermacam bentuk seperti dokumen teks, excel, dan rekaman basis data, untuk menghasilkan keputusan serta strategi dari manipulasi data.
  8. Knowledge Driven DSS adalah tipe DSS yang menggunakan aturan-aturan tertentu yang disimpan dalam komputer, yang digunakan manusia untuk menentukan apakah keputusan harus diambil. Misalnya, batasan berhenti pada perdagangan bursa adalah suatu model knowledge driven DSS.

Manfaat Penggunaan Aplikasi Terapan DSS/Decision Support System dalam Bentuk Business Intelligence Dashboard;

  1. Mempermudah dilakukannya analisa terhadap data master dan juga data transaksi perusahaan untuk kemudian menghasilkan berbagai laporan yang akan mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan.
  2. Memberikan tampilan yang lebih enak dilihat dan lebih professional yang disesuaikan dengan kultur serta bidang bisnis perusahaan yang menggunakan aplikasi ini.
  3. Memberikan informasi terkini terhadap pergerakan angka-angka dalam perusahaan, atau bahkan bersifat real-time. Contohnya dalam hal ini; adalah pergerakan angka penjualan tiket pesawat setiap harinya, atau pergerakan angka kedatangan dan keberangkatan pesawat dari seluruh bandara di Indonesia (hasil kegiatan operasional perusahaan).

Model DSS

Model-DSS Model-DSS

Data dan informasi dimasukkan ke dalam database dari lingkungan perusahaan.Databse juga berisi data yang disediakan oleh SIA.Isi database digunakan oleh tiga subsistem perangkat lunak.

Sumber :Sistem Informasi Manajemen,Raymond McLeod,Jr.Penerjemah Hendra Teguh SE,Ak

Komentar ditutup.