ALL ABOUT “DHEVIA TRIANA”

Bersahaja,manis,solehah,smart,baik hati.Ia biasa di sapa dengan nama Dhevi atau (Fy).Perjalanan hidup Dhevia Triana benar-benar diwarnai perjuangan, dan pengabdian untuk membahagiakan kedua Orang Tuanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar SD.MI ATTAQWA.20,setelah lulus Fy melanjutkan sekolahnya di SMP MTS N 15 Jakarta,kemudian di SMA N 5 Jakarta.Selanjutnya ia teruskan sekolahnya  di Universitas GUNADARMA  jurusan D3-Akuntasi Komputer.Di samping itu,Fy juga bekerja pada suatu perusahaan,Fy bekerja di Sentra Motor.

Dhevia Triana Lahir di Jakarta pada tanggal 7 Desember 1992.Terlahir dengan nama Dhevia Triana dan sejak kecil dia biasa di sapa dengan sebutan Fy.Saat ini Fy tinggal bersama kedua orang tua,Fy adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Fy tinggal di Karang Tengah Rt.06/08 Jakarta-Utara.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Jadillah teman yang selalu ada saat di butuhkan selama kau mampu mendampinginya…”.kata-kata kutipan inilah yang mungkin terlintas di benak Fy dan masih tersimpan sampai sekarang.Fy merupakan sosok perempuan yang ulet,gigih,dan tekun dalam beribadah,dan ia sama sekali tidak pernah mengenal kata lelah sampai ia mewujudkan apa yang ia capai.Dalam bersosialisasi ia selalu berusaha dapat memberikan kenyamanan setiap orang sekitarnya.dan ia selalu bisa menempatkan waktu dan keadaan,di saat teman butuh sandaran,ia tidak pernah memilih-milih dalam bergaul,selalu saja ada kata-kata bijak yang ia tumpahkan untuk teman-temannya.terkadang pun,ia wujud sosok perempuan yang humoris,candanya membuat kenyamanan bagi orang di sekitarnya.

Fy sangat gemar membaca,belajar dengan tekun,serta mendengarkan music di saat ia menghilangkan kejenuhannya.Dan bermain juga tak luput menjadi sekedar hobby di kala ia sedang senang.Namun ia tak lupa untuk selalu berbagi.

Dalam menjalankan setiap pekerjaan, Fy adalah seorang yang pekerja keras,penuh tanggung jawab dan rapih atas pekerjaanya.ia selalu berusaha melakukan yang terbaik demi meningkatkan kemampuannya. Ia tidak mau bekerja hanya sebatas mengerjakan kewajibannya saja.Tapi ia pun menilai setiap ia bekerja bahwa harus lebih dari apa yang hendak ia wujudkan.Bersosialisasi dalam lingkungan pun ia sungguh bagus,karena memang Fy sungguh peduli dengan lingkungan.

Dalam perkembangan kemajuan Ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini,Fy termasuk seseorang yang biasa-biasa saja dalam menanggapi soal perkembangan IPTEK,Namun ia tak luput dari rasa keingintahuaanya untuk selalu belajar dan belajar.

Demi melangsungkan kehidupannya serta mewujudkan impiannya,Fy selalu berusaha dan berdoa untuk mencapainya,Fy tidak pernah mengenal kata “lelah” dalam berikhtiar.Mungkin Fy belum begitu banyak memberikan suatu hal yang membanggakan bagi orang disekitarnya.Tetapi Fy,selalu berusaha menjadi yang terbaik dan menjadi sosok perempuan yang membanggakan di mata kedua orang tuanya.

Komentar Dinonaktifkan pada ALL ABOUT “DHEVIA TRIANA” Posted in Alamiah Dasar

Pertumbuhan dan Perkembangan IPTEK

A. Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi bagi Kehidupan Manusia

Sejak dahulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi, yaitu teknologi sederhana.

Terkait dengan teknologi, Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem untuk memecahkan masalah. Ahli lain, Kast & Rosenweig menyatakan Technology is the art of utilizing scientific knowledge. Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai” keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia”Pengertian teknologi secara umum adalah:
• proses yang meningkatkan nilai tambah

• produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja

• Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

Periodisasi Sejarah

1). Zaman Purba (4 juta tahun lalu)
Dikenal dengan zaman batu,Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik). Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu (terutama flint) dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Istilah ini berasal sistem tiga zaman. Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum,megalithikum dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh.

ciri ilmu yang dikembangkan adalah kemampuan mengamati,membedakan,memilih,dan melakukan percobaan. Hasil dari periode ini adalah pembuatan alat-alat batu,yang kemudian lebih disempurnakan dengan besi dan perunggunya,juga sistem bercocok tanam.
hasil budaya :

Peninggalan Zaman Neolothikum

Alat-alat dari tulang dan Flakes

masa ke-2 dari zaman batu adalah batu Madya

2). Zaman Yunani (600-200 SM)

Antara masa 600 SM hingga 200 SM sejarah mencatat adanya kemajuan berpikir umat manusia dalam lapangan ilmu dan teknologi yang berpusat di Yunani. Pada waktu itu terjadi perubahan besar pada cara berpikir umat manusia. Sebelum itu manusia cukup puas dengan menerima kenyataan sehari-hari, bahwa di alam ini terdapat tanah, air, api, awan, tumbuhan, hewan, dan sebagainya. Tetapi kemudian manusia mulai mengajukan pertanyaan yang amat sangat penting, yaitu dari apakah benda-benda yang berjenis-jenis itu dibuat? Mungkinkah ada bahan dasar yang menjadi inti dari sekalian benda-benda yang ada di alam itu? Dengan pertanyaan itu, maka manusia mulai berpikir dan berusaha mengungkap kabut rahasia alam dan tersusunlah ilmu serta teknologi. Sementara itu Pythagoras (580-500 SM) seorang ahli filsafat berhasil menemukan berbagai dasar ilmu. Dia telah menemukan Hukum atau Dalil Pythagoras, yaitu a+b = c yang berlaku bagi segitiga siku-siku, sedangkan jumlah sudut suatu segitiga siku-siku adalah 180. Penemuan Pythagoras itu mendasari ilmu matematika. Sedangkan Sokrates (470-399 SM) melalui percakapan atau dialog dengan murid-muridnya telah meletakkan metode berpikir. Sokrates merumuskan suatu perkataan atau pengertian, mengadakan analisa sosial dengan diskusi dan memantapkan suatu norma dalam bidang etika.

pythagoras

pythagorean theorem

Masih banyak pemikir-pemikir Yunani yang berjasa menyusun ilmu. Plato (427-347 SM) adalah seorang pemikir yang menganggap bahwa yang berada di balik semua benda di alam ini adalah ide, yang bersifat abadi.

Plato

Kemudian Aristoteles (384-322 SM) sebagai murid Plato, telah berjasa menulis banyak buku yang berisi berbagai ilmu. Buku peninggalan Aristoteles yang penting bagi ilmu dan teknologi antara lain Logika, Biologi, dan Metafisika. Sebenarnya Aristoteles masih banyak menulis kitab-kitab yang penting dalam bidang politik, etika, dan estetika.

Aristoteles

Pada bidang Biologi Aristoteles telah mempelajari embriologi, khususnya mengenai perkembangan telur ayam sampai terbentuknya kepala ayam. Demikian pula anatomi badan hewan sudah diselidiki. Aristoteles mengamati alam sekitar dengan teliti dan hasilnya dituliskannya dalam sebuah ensiklopedi. Aristoteles tidak hanya mempelajari logika dan biologi tetapi juga memikirkan masalah filsafat dan keagamaan. Untuk jangka waktu yang lama karya-karya Aristoteles itu dipelajari orang. Pengaruhnya besar sekali, sehingga selama lebih dari 2000 tahun pikirannya dianut masyarakat. Sebenarnya tidak semua pikiran Aristoteles itu benar. Pandangannya tentang bumi dan hubungannya dengan matahari ternyata tidak tepat. Aristoteles beranggapan bahwa matahari mengitari bumi sesuai dengan asas geometrisme, padahal bumi yang mengitari matahari (heliosentris).

Salah satu ilmu yang hingga sekarang masih penting ialah ilmu ukur bidan datar atau planimetri. Ilmu ukur itu disusun secara cermat oleh Eulid (330 SM) dengan mendasarkan pada definisi, aksioma dan pembuktian menurut dalil-dalil. Salah satu dalil Eulid yang terkenal ialah “antara dua titik hanya dapat ditarik dalam satu garis lurus”

Eulid (330 SM)

Archimides (287-212 SM) tercatat sebagai penemu hukum alam, yaitu “benda yang terapung atau terendam dalam air kehilangan berat sesuai dengan berat air yang dipindahkan”. Arkhimides juga terkenal sebagai seorang ahli teori yang membuktikan teorinya dengan percobaan atau eksperimen. Dia adalah juga seorang ahli teknologi, karena menerapkan sebagian penemuannya pada usaha membuat alat-alat.

3) Zaman Pertengahan (31 SM-628 M)

Zaman ini sering disebut zaman kegelapan karena perkembangan ilmu pengetahuan terhenti di Eropa. Agama Kristen mulai berkembang & mendominasi kehidupan masyarakat eropa. Namun sebaliknya perkembangan IPTEK di dunia islam.

Selanjutnya Ptolemeus ( + 200 M)

Ptolemeus ( + 200 M)

juga menyusun peta bumi sebagaiman dikenalnya pada zamannya itu dengan mencantumkan 5000 tempat berdasarkan koordinat-koordinat yang hingga sekarang masih berlaku. (Sardiman , 1996: 76) 3) Zaman Pertengahan (31 SM-628 M) Pada zaman pertengahan oleh para ilmuwan sering dinamakan Abad Kegelapan. Hal ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman Yunani-Romawi menjadi terhenti di Eropa.  Pada waktu itu agama Kristen berkembang di Eropa.. Kekuasaan gereja begitu dominan dan sangat menentukan kehidupan di Eropa. Semua kehidupan harus diatur dengan doktrin gereja atau hukum dan ketentuan Tuhan. Gereja tidak memberikan kebebasan berpikir. Hal ini telah menyebabkan kemunduran bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Apabila di Eropa mengalami Abad Kegelapan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi di timur, di dunia Islam mengalami perkembangan. Perkembangan kekuasaan Islam di timur (di Asia Barat) telah membawa perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia Islam mulai menonjol terutama setelah terjadi masa penerjemahan yang terjadi pada tahun 750-850 di masa kekhalifahan Abasiyah. Pada waktu itu para cendekiawan muslim dan cendekiawan Barat melakukan penerjemahan karya-karya klasik dari Yunani, Romawi Kuno, dan Persia. Setelah dipadu dengan pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an telah melahirkan pemikiran-pemikiran baru dalam bidang ilmu pengetahuan. Para cendekiawan itu juga melakukan penyelidikan. Fase ini mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di masa-masa berikutnya.

Pada zaman Islam itu karya-karya Yunani terutama karya Aristoteles banyak diterjemahkan oleh ahli-ahli Arab, Yahudi dan Persia. Penterjemahan itu kemudian disebarluaskan, sehingga menjadi dasar perkembangan dan kemajuan ilmu teknologi di dunia Barat dewasa ini. Para ahli Islam menaruh perhatian besar terhadap ilmu kedokteran, ilmu obat-obatan, astronomi, ilmu kimia, ilmu bumi, ilmu tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Demikian pula ilmu pasti berkembang, terutama sekali perhitungan sistem desimal dan dasardasar  aljabar.

Tokoh ahli ilmu Islam itu antara lain ialah Al Khawarizmi (825 M)

Al Khawarizmi (825 M)

Al Khawarizmi (825 M) menyusun buku Aljabar, yang menjadi standar hinga dewasa ini. Ia juga menegaskan dan memantapkan perhitungan desimal, dengan mengganti angka Romawi dengan angka Arab seperti yang dipakai dewasa ini. Penulisan desimal jauh lebih unggul daripada penulisan angka Romawi. Sebenarnya Al Khawarizmi mengembangkan perhitungan desimal itu dari para ahli matematika Hindu seperti Aryabhata (476 M) dan Brahmagupta (628 M). Pada bidang aljabar Al Khawarizmi menemukan perhitungan akar negative.

Kemudian Omar Khayam (1043-1132), juga seorang ahli sastra (penyair) dan matematikus. Ia berhasil menemukan pemecahan persamaan pangkat tiga. Selama zaman Islam itu, penelitian kimia mulai dirintis, walaupun mula-mula dimaksudkan untuk percobaan membuat logam emas.

Percobaan itu sendiri tidak pernah berhasil, tetapi efek sampingnya menumbuhkan ilmu kimia atau al Kimia, umpamanya pembuatan salmiak yang berguna bagi ilmu kedokteran.

Ilmu kedokteran pada zaman Islam memang mengalami kemajuan. Nama-nama seperti Al Razi (Razes, 850-923 M)

Al Razi (Razes, 850-923 M)

, dan Ibnu Sina (Avicenna, 980-1037 M)

Ibnu Sina (Avicenna, 980-1037 M)

, menghiasi dunia kedokteran. Ibnu Sina menulis kitab kedokteran yang sampai tahun 1650 menjadi buku standar. Abu Qasim juga menulis ensiklopedi kedokteran dan telah mendalami ilmu bedah. Ibnu Rusd (Averoes,1126-1198) telah menterjemahkan kitab-kitab Aristoteles. Pada zaman Islam cabang-cabang ilmu lainnya seperti astronomi, matematika, dan filsafat juga berkembang. Sebuah peta yang memuat 70 daerah yang dikenal waktu itu sudah disusun oleh Al Idrisi (1100-1166).

4) Zaman Modern (658 M-Sekarang)

Perkembangan ilmu pengetahuan di zaman modern didorong atau diawali dengan berkembangnya zaman Renaissans. Masa ini merupakan fase lahir dan berkembangnya kembali budaya Yunani – Romawi Kuno. Perkembangan Renaissance tidak terlepas dari fase sebelumnya yakni, perkembangan ilmu pengetahuan pada masa penerjemahan di masa Islam.

Setelah zaman Romawi, ilmu pengetahuan tidak hanya mengklasifikasikan atau menentukan sesuatu itu termasuk kelas atau kelompok tertentu, tetapi memahami sesuatu atau benda-benda itu memiliki susunan dan aturan yang ada hukum-hukumnya. Leonardo Pisa ahli aljabar dari Italia, terus melakukan penyelidikan sehingga menemukan tiga akar dari persamaan pangkat tiga. Ilmu-ilmu alam terus berkembang. Kemudian tampil ilmuawan-ilmuwan seperti Copernicus, Galileo, dan Keppler. Mereka telah melakukan penelitian tentang tata surya.

Copernicus dan Galileo telah memantapkan prinsip heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya), merombak teori geosentrisme (bumi sebagai pusat). Bumi ini bulat, bukan datar. Francis Bacon juga merupakan ilmuwan penting saat itu. Ia telah mengembangkan ilmu alam dan kegiatan eksperimental (empiriame). Perkembangan di zaman Renaissans terus bertambah maju. Memasuki zaman Aufklarung (zaman Penceharan), perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Orang mulai mengandalkan kekuatan akal dan meninggalkan dogma-dogma agama.

Fase zaman Aufklarung merupakan fase yang amat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Para filsuf dan ilmuwan besar pada masa Aufklarung, anatara lain Issac Newton. Ia telah mengembangkan ilmu pengetahuan alam berdasarkan prinsip-prinsip matematika. Newton yang mendorong perkembangan teori gravitasi, perhitungan Calculus, dan Optika. Tokoh lain, seperti Montesquieu, J.J Rousseau.

Zaman modern diawali dengan zaman Renaissance (fase kebangkitan kembali iptek di eropa). Orang mulai mengandalkan kekuatan rasio (akal),dan meninggalkan dogma-dogma agama.
Ilmuwan zaman modern yang sangat terkenal dan sempat menjadi orang number wahid se-dunia,ialah William Henry Gates atau dikenal dengan nama Bill Gates,pemilik microsoft corporation bersama sahabatnya Paul Allen.
 Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan seolah-olah tidak dapat dikendalikan oleh manusia, mengingat begitu cepat kemajuannya. Aplikasi dari ilmu pengetahuan yang mengembangkan teknologi pun semakin berkembang. Pada abad ke-20, perkembangan iptek semakin menakjubkan. Dari zaman atom dan nuklir, berkembang pula teknologi informasi, komunikasi, telekomunikasi, dan kini kita kenal zaman komputer dan internet.

c. Jenis-jenis Iptek

Jenis-jenis Iptek yang berkembang saat ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Pada keadaan yang membutuhkan manusia selalu melakukan inovasi. Misalnya, dalam bidang kesehatan, astronomi, teknologi, perhubungan, dan arsitektur. Adapun jenis-jenis Iptek adalah sebagai berikut.

1) Kesehatan

Dalam bidang kesehatan masalah pelayanan kesehatan, penyakit, gizi, farmasi, dan kesehatan lingkungan menjadi perhatian pokok. Untuk itu telah ditingkatkan jaringan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Disamping itu alat-alat kedokteran telah mencapai kemajuan yang sangat pesat. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan kesehatan masyarakat. Sementara itu, di beberapa rumah sakit tertentu sedang dilakukan penelitian tentang pemanfaatan RIA (Radio Immunmo Assay), yaitu suatu alat diagnosa yang menggunakan teknik radioisotope. Dengan ini maka kesehatan masyarakat semakin meningkat dan angka kematian semakin menurun.

2) Astronomi

Selama ini sebagian masyarakat hanya mengetahui matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat, tetapi tidak mengetahui ada apa sebenarnya di dalam matahari atau bagaimana terbentuknya matahari. Padahal, sejak zaman dahulu tata surya dan matahari merupakan sesuatu yang vital. Masih ada sebagian masyarakat yang memanfaatkan siklus matahari sebagai patokan untuk bercocok tanam, penunjuk arah, atau patokan waktu. Bahkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ilmu falak merupakan dasar yang diajarkan untuk kepentingan navigasi. Astronomi adalah ilmu perbintangan. Kita pernah mendengar astronomi (ahli perbintangan) berkebangsaan Polandia yang bernama Nicolaus Copernicus.

Nicolaus Copernicus (1473-1543)

Copernicus sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarchus dari Samos (abad ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planet-planet lain berputar mengitari matahari. Copernicus jadi yakin dengan kebenaran hipotesa “heliocentris” ini, dan tatkala ia menginjak usia empat puluh tahun ia mulai mengedarkan buah tulisannya diantara teman-temannya dalam bentuk tulisan-tulisan ringkas, mengedepankan cikal bakal gagasannya sendiri tentang masalah itu. Copernicus memerlukan waktu bertahun-tahun melakukan pengamatan, perhitungan cermat yang diperlukan untuk penyusunan buku besarnya De Revolutionibus Orbium Coelestium (tentang Revolusi Bulatan Benda-benda Langit), yang melukiskan teorinya secara terperinci dan mengedepankan pembuktian-pembuktiannya.

De Revolutionibus Orbium Coelestium

Dalam buku itu Copernicus dengan tepat mengatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semuanya berputar mengelilingi matahari. Aristarchus lebih dari tujuh belas abad lamanya dari Copernicus sudah mengemukakan persoalanpersoalan menyangkut hipotesa peredaran benda-benda langit, adalah layak. Sebab, betapapun Aristarchus sudah mengedepankan pelbagai masalah yang mengandung inspirasi, namun dia tak pernah merumuskan teori yang cukup terperinci sehingga punya manfaat dari kacamata ilmiah. Tatkala Copernicus menggarap perhitungan matematik hipotesa-hipotesa secara terperinci, dia berhasil mengubahnya menjadi teori ilmiah yang punya arti dan guna. Dapat digunakan untuk dugaan-dugaan, dapat dibuktikan dengan pengamatan astronomis, dapat bermanfaat dibanding dengan teoriteori terdahulu bahwa dunialah yang jadi sentral ruang angkasa..

Perkembangan Astronomi di Indonesia

Tanggal 7 Juni 1928 – tujuh puluh delapan tahun lalu terjadi peristiwa penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam di Indonesia. Peristiwa di Lembang itu, sebuah desa di pegunungan sebelah utara Bandung, adalah tempat peresmian pemakaian teropong bintang besar, refraktor ganda Zeiss yang berdiameter 60 cm, di Observatorium Bosscha.. Kegiatan di Observatorium Bosscha telah banyak dimulai bahkan sebelum teropong besar Zeiss berfungsi tahun 1928, berupa program pengamatan dengan teropong lebih kecil yang sudah berjalan aktif. Program utama yang dijalankan adalah pengamatan sejumlah besar bintang ganda, survey bintang dalam Galaksi Bima Sakti di langit selatan, pengamatan bintang variable, dan kerja sama  dengan Dinas Topografi dalam studi geografi.

Menjelang tahun 1950, di bawah koordinasi Dr GB van Albada, berbagai aktifitas kembali berlangsung di Observatorium Bosscha termasuk keikutsertaannya dalam pendidikan ilmu pengetahuan alam di ITB (dulu FIPIA-UI). Program utama masih tetap studi bintang ganda. Perhatian dari para astronom internasioanal pun berdatangan (termasuk dari Hertzprug dan Russel, dua nama besar dalam astrofisika), dan hal ini sangat membantu perkembangan dunia astronomi di Indonesia selanjutnya.

Dengan berlangsungnya proses peralihan ke Pemerintah Republik Indonesia, putra-putri Indonesia meneruskan kegiatan penelitian dan pendidikan astronomi di Observatorium Bosscha, yang sejak tahun 1951 bersama-sama Departemen Astronomi berada di bawah naungan ITB. Topik penelitian berkembang dari Astrofisika Bintang, Studi Galaksi Bima Sakti, Studi Tata Surya, sampai Kosmologi.

Observatorium Bosscha memang memilki sejarah dan peran unik. Sebagai satu-satunya observatorium besar di Indonesia, dan bahkan untuk beberapa lama di Asia Tenggara, membuat observatorium ini menjadi salah satu penegak ilmu astronomi di Indonesia. Di dalam perkembangan selanjutnya, dengan meluasnya kegiatan astronomi di Indonesia, Observatorium Bosscha diupayakan tetap menjadi pusat astronomi, sebagai situs ilmiah yang keutuhan dan nilainya selalu terlindungi, serta merupakan sumber informasi astronomi bagi masyarakat. Ketakjuban manusia akan keindahan langit dan kerendahan hati untuk selalu bertanya akan tempatnya di semesta yang maha luas, membuat kehadiran astronomi diperlukan. Karenanya selalu besar harapan akan berlanjutnya dukungan terhadap kehadiran observatorium ini untuk kemajuan astronomi di Tanah Air.

3) Teknologi

Berbagai penemuan di bidang teknologi telah mendorong majunya infomasi dan teknologi. Setelah James Watt menemukan mesin uap, maka Friedrich Konig (orang Jerman) mengembangkan mesin cetak dengan tenaga. Kemudian berkembanglah cetak mencetak berbagai berita dan pesan dengan menggunakan mesin ketik. Mesin ketik yang pertama kali dipatenkan adalah rancangan tiga orang Amerika yaitu Christoper L. Sholes, Samuel Soule, dan Carlos Glidden (1868).

Dunia elektronik semakin maju. Hal ini telah membuka babak baru bagi kegiatan komunikasi. Hal ini dimulai tahun 1840 sewaktu F.B. Morse menemukan telegram listrik. Sejak saat ini mulai komunikasi jarak jauh dengan tepat. Tahun 1876 Alexander Graham Bell menemukan telepon. Tahun 1864 Clark Maxwell menemukan toeri bahwa gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang hampa. Tahun 1895, Guilerino Marconi menggabungkan pemenuan Maxwell dan hasil percobaan Hertz untuk mengirimkan pesan melalui ruang hampa yang disebut telegram tanpa kabel, yang kemudian dikenal dengan radio. Tahun 1906 bertepatan dengan malam Natal sebagai pengganti pengiriman kode Morse, pemancar radio yang pertama kali dibuat untuk menyiarkan lagu-lagu Natal. Berikutnya gambar bergerak dan teknologi pemancar radio digabung, sehingga tercipta televisi.

Vladimir K. Zworykin ahli fisika kelahiran Rusia telah mendemonstrasikan televisi elektronik pertama kali pada tahun 1928. Teknologi informasi komunikasi terus berkembang. Tahun 1960 ketika Echo I, berhasil menerima gelombang radio dari bumi dan memancarkannya kembali ke bumi. Sejak itu mulai diluncurkan satelit ke ruang angkasa. Dengan ini maka komunikasi melalui satelit berkembang di dunia

4) Arsitektur

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk pada hasil-hasil proses perancangan tersebut. Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura ( yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memiliki Keindahan/Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan/Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan bahwa keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangn fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.

Bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melaui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya/politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri.

Pengaruh Perkembangan Iptek (Globalisasi) Terhadap Kehidupan Masyarakat

  1. Pengembangan Iptek untuk Mewujudkan Masyarakat Maju dan Mandiri.

Menurut Rahadi Ramelan(2007:27), dipandang dari sudut budaya, perkembangan iptek suatu masyarakat dapat dijelaskan dalam hubungannya dengan faktor-faktor sebagai berikut:

  • oKonstelasi nilai-nilai dalam masyarakat atau bangsa dan komitmen masyarakat secara keseluruhan yang menyalurkan motifasi untuk mendukung, meyakini, dan menerapkan iptek dalam berbagai tingkatan maupun jenis penggunaannya
  • oKemampuan sistem iptek nasional dalam menghasilkan dan memasarkan hasil-hasilpenelitiannya serta mendorong penerapannya secara efisien dan efektif
  • oSetruktur lembaga-lembaga yang bergerak di bidang iptek yang menjembatani proses kreatif dan inofatif bagi para penelitinya.
  1. Memasyarakatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Gelombang kemajuan iptek di berbagai bidang seperti transportasi, komunikasi, dan informasi dan energi telah membawa banyak perubahan pada kehidupan dan gaya hidup manusia yang lebih dinamis.
Tidak dapat disangkal lagi jika pada era ini, segala aktifitas yang dilakukan masyarakat moderen sangat tergantung pada ketersediaan energi.

Masalah-masalah Perkembangan Iptek
Sejalan dengan perkembangan iptek yang sangat cepat, juga dihadapkan pada banyak masalah. Masalah tersebut antara lain:

  • oKebijakan yang sesuai dengan perkembangan iptek.
  • oPerlu dipikirkan startegi yang tepat, baik dalam arti proses, hasil, maupun peran serta perilaku iptek, terutama para pneliti harus disediakan fasilitas yang memadai.
  • oSektor produksi, kegiatan produksi di Indonesia baru sampai pada pemanfaatan kemajuan teknologi yang terkandung dalam berbagai peralatan yang digunakan.
  • oRagam kegiatan penelitian dan pengembangannya.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pokok-pokok kebijakan:

  • Mengembangkan nilai iptek dan membentuk budaya iptek di masyarakat.
  • Mendorong kemitraan riset.
  • Mempercepat uapya manufaktur progresif.
  • Meningkatkan mutu produkdan proses produksi, produktifitas dan efisiensidan inofasi dalam penguasaan iptek.
  • Meningkatkan kwalitas, kwantitas, dan komposisi sumber daya manusia ipek.
  • Mengembangkan penataan dan pengolahan kelembagaan iptek.

Pengaruh perkembangan iptek terhadap kehidupan masyarakat
Bentuk-bentuk teknologi informasi dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.:

  • Bidang telekomunikasi,
  • Kita dapat menikmati hiburan di radio dan televisi,
  • Tersedia medi perekam dalam bentuk CD,
  • Kehadiran internet di masyarakat.
  • Dengan jasa komputer, pekerjaan menjadi mudah.


Alih teknologi.
Salah satu syarat terjadinya kemajuan teknologi atau alih teknologidalam negara berkembang adalah terjadinya pertumbuhan ekonomiyang cukup tinggi

Proses alih teknologi.
Pemindahan teknlogi dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu

  • Transfer material,
  • Transfer desain
  • Transfer kemampuan,

Pada tingkat nasional terdapat empat macam konsep alih teknologi,

  • Alih teknologi secara geografis,
  • Ali teknlogi kepada tenaga kerja local
  • Transmisi dan difusi teknologi
  • Pengembangan dan adaptasi teknologi

Hambatan alih teknologi

  • Hambatan yang timbul dari ketidaksempurnaan pasar teknologi.
  • Hambatan yang disebabkan oleh kurangnya pengalaaman dan dan keterampilan bangsa indonesia,
  • Hambatan dari sikap pemerintah
  • Hambatan sumber keuangan

Ada tiga hal yang perlu dianalisis dalam mencermati luas dan sifat alih teknologi

  • Sampai berapa jauhkah investasi asing dan bentuk kerja sama lain.
  • Seberapa besarkah spin off tecnologi(yang bisa disebut dengan kebocoran dan keterkaitan ) terhadap faktor produksi di Indonesia,
  • Kelompok manakah di negara penerima yang merupakan kelompok penerima manfaat utama.


Problema alih teknologi
Mengingat modal asing dengan teknologi itu dibawa ke Indonesia dan dialihkan kepada pihak Indonesia, maka proses alih teknologi menjadiproblema yang cukup gawat, yaitu:

  • Jenis teknologi yang dialihkan
  • Penilaian atas teknologi.
  • Cara alih teknologi,
  • Harga teknologinya.
  • Syarat-syarat yang menyertai alih teknologi
  • Penanaman dalam suatu perjanjian.

 

Sumber :

 

Komentar Dinonaktifkan pada Pertumbuhan dan Perkembangan IPTEK Posted in Alamiah Dasar

Perkembangan Manusia

1.Teori Perkembangan Manusia

Manusia memiliki kesempurnaan dibanding makluk yang lain. Manusia dalam hidup mengalami perubahan-perubahan baik fisik maupun kejiwaan (fisiologis dan psikologis). Banyak faktor yang menetukan perkembangan manusia, yang mengakibatkan munculnya berbagai teori tentang perkembangan manusia. Teori-teori tersebut adalah sebagai berikut:

a.Teori Nativisme
Pelopor teori ini adalah Athur Schopenhauer. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh nativus atau faktor-faktor bawaan manusia sejak dilahirkan. Teori ini menegaskan bahwa manusia memiliki sifat-sifat tertentu sejak dilahirkan yang mempengaruhi dan menentukan keadaan individu yang bersangkutan. Faktor lingkungan dan pendidikan diabaikan dan dikatakan tidak berpengaruh terhadap perkembangan manusia.

Teori ini memiliki pandangan seolah-olah sifat-sifat manusia tidak bisa diubah karena telah ditentukan oleh sifat –sifat turunannya. Bila dari keturunan baik maka akan baik dan bila dari keturunan jahat maka akan menjadi jahat. Jadi sifat manusia bersifat permanen tidak bisa diubah. Teori ini memandang pendidikan sebagai suatu yang pesimistis serta mendeskreditkan golongan manusia yang “kebetulan” memiliki keturunan yang tidak baik.

Athur Schopenhauer

b.Teori empirisme
Berbeda dengan teori sebelumnya, teori ini memandang bahwa perkembangan individu dipengaruhi dan ditentukan oleh pengalaman-pengalaman yang diperoleh selama perkembangan mulai dari lahir hingga dewasa. Teori ini memandang bahwa pengalaman adalah termasuk pendidikan dan pergaulan. Penjelasan teori ini adalah manusia pada dasarnya merupakan kertas putih yang belum ada warna dan tulisannya akan menjadi apa nantinya manusia itu bergantung pada apa yang akan dituliskan.
Pandangan teori ini lebih optimistik terhadap pendidikan, bahkan pendidikan adalah termasuk faktor penting untuk menentukan perkembangan manusia. Teori ini dipolopori oleh Jhon Locke.

Salah satu pemikiran Locke yang paling berpengaruh di dalam sejarah filsafat adalah mengenai proses manusia mendapatkan pengetahuan. Ia berupaya menjelaskan bagaimana proses manusia mendapatkan pengetahuannya.Menurut Locke, seluruh pengetahuan bersumber dari pengalaman manusia. Posisi ini adalah posisi empirisme yang menolak pendapat kaum  rasionalis yang mengatakan sumber pengetahuan manusia yang terutama berasal dari rasio atau pikiran manusia. Meskipun demikian, rasio atau pikiran berperan juga di dalam proses manusia memperoleh pengetahuan. Dengan demikian, Locke berpendapat bahwa sebelum seorang manusia mengalami sesuatu, pikiran atau rasio manusia itu belum berfungsi atau masih kosong. Situasi tersebut diibaratkan Locke seperti sebuah kertas putih  (tabula rasa) yang kemudian mendapatkan isinya dari pengalaman yang dijalani oleh manusia itu. Rasio manusia hanya berfungsi untuk mengolah pengalaman-pengalaman manusia menjadi pengetahuan sehingga sumber utama pengetahuan menurut Locke adalah pengalaman.

Locke menyatakan ada dua macam pengalaman manusia, yakni pengalaman lahiriah (sense atau eksternal sensation) dan pengalaman batiniah (internal sense atau reflection). Pengalaman lahiriah adalah pengalaman yang menangkap aktivitas indrawi yaitu segala aktivitas material yang berhubungan dengan panca indra manusia.Kemudian pengalaman batiniah terjadi ketika manusia memiliki kesadaran terhadap aktivitasnya sendiri dengan cara ‘mengingat’, ‘menghendaki’, ‘meyakini’, dan sebagainya. Kedua bentuk pengalaman manusia inilah yang akan membentuk pengetahuan melalui proses selanjutnya .

Dari perpaduan dua bentuk pengalaman manusia, pengalaman lahiriah dan pengalaman batiniah, diperoleh apa yang Locke sebut ‘pandangan-pandangan sederhana’ (simple ideas) yang berfungsi sebagai data-data empiris. Ada empat jenis pandangan sederhana:

  1. Pandangan yang hanya diterima oleh satu indra manusia saja. Misalnya, warna diterima oleh  mata, dan bunyi diterima oleh  telinga.
  2. Pandangan yang diterima oleh beberapa indra, misalnya saja ruang dan gerak.
  3. Pandangan yang dihasilkan oleh refleksi kesadaran manusia, misalnya ingatan.
  4. Pandangan yang menyertai saat-saat terjadinya proses penerimaan dan refleksi. Misalnya, rasa tertarik, rasa heran, dan waktu.

Di dalam proses terbentuknya pandangan-pandangan sederhana ini, rasio atau pikiran manusia bersifat pasif atau belum berfungsi .Setelah pandangan-pandangan sederhana ini tersedia, baru rasio atau pikiran bekerja membentuk ‘pandangan-pandangan kompleks’ (complex ideas). Rasio bekerja membentuk pandangan kompleks dengan cara membandingkan, mengabstraksi, dan menghubung-hubungkan pandangan-pandangan sederhana tersebut.Ada tiga jenis pandangan kompleks yang terbentuk:

  1. substansi atau sesuatu yang berdiri sendiri, misalnya pengetahuan tentang manusia atau tumbuhan.
  2. modi (cara mengada suatu hal) atau pandangan kompleks yang keberadaannya bergantung kepada substansi. Misalnya, siang adalah modus dari hari.
  3. hubungan sebab-akibat (kausalitas). Misalnya saja, pandangan kausalitas dalam pernyataan: “air mendidih karena dipanaskan hingga suhu 100°  celcius”.

Jhon Locke

3.Teori Konvergensi
Teori ini merupakan gabungan dari kedua teori di atas yang menyatakan bahwa pembawaan dan pengalaman memiliki peranan dalam mempengaruhi dan menentukan perkembangan individu. Asumsi teori ini berdasar eksperimen dari William Stern terhadap dua anak kembar. Anak kembar memiliki sifat keturunan yang sama, namun setelah dipisahkan dalam lingkungan yang berbeda anak kembar tersebut ternyata memiliki sifat yang berbeda. Dari sinilah maka teori ini menyimpulkan bahwa sifat keturunan atau pembawaan bukanlah faktor mayor yang menentukan perkembangan individu tapi turut juga disokong oleh faktor lingkungan.

Faktor pembawaan manusia dalam teori ini disebut sebagai faktor endogen yang meliputi faktor kejasmanian seperti kulit putih, rambut keriting, rambut warna hitam. Selain faktor kejasmanian faktor ada juga faktor pembawaan psikologis yang disebut dengan temperamen. Temperamen berbeda dengan karakter atau watak. Karakter atau watak adalah keseluruhan ari sifat manusia yang namapak dalam perilaku sehari-hari sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan dan bersifat tidak konstan. Jika watak atau karakter bersifat tidak konstan maka temperamen bersifat konstan. Selain temperamen dan sifat jasmani, faktor endogen lainnya yang ada pada diri manusia adalah faktor bakat (aptitude). Aptitude adalah potensi-potensi yang memungkinkan individu berkembang ke satu arah.

Untuk faktor lingkungan yang dimaksud dalam teori ini disebut sebagai faktor eksogen yaitu faktor yang datang dari luar diri manusia berupa pengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya yang populer disebut sebagai milieu. Perbedaan antara lingkungan dengan pendidikan adalah terletak pada keaktifan proses yang dijalankan. Bila lingkungan bersifat pasif tidak memaksa bergantung pada individu apakah mau menggunakan kesempatan dan manfaat yang ada atau tidak. Sedangkan pendidikan bersifat aktif dan sistematis serta dijalankan penuh kesadaran.

William Stern

2.Fase-Fase Perkembangan Manusia

Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang. Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan.

Klasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut: Periode pra kelahiran, masa bayi, masa awal anak anak, masa pertengahan dan akhir anak anak, masa remaja, masa awal dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa.

Perkiraan rata rata rentang usia menurut periode berikut ini memberi suatu gagasan umum kapan suatu periode mulai dan berakhir. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap perkembangan manusia:

1.Periode prakelahiran (prenatal period) ialah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.

Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan. HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.

Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :

1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluh darah yang pertama.

Tahapan Perkembangan pada masa embrio 

Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.

Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.

Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.

Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.

Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).

Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)

Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.

Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.

Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.

2.Masa bayi (infacy) ialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.

Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja. Bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya. Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi.

Pada usia 6 bulan, gigi pertama bayi akan tumbuh yang disebut gigi susu. Setelah sekitar usia 6 tahun, gigi susu akan tanggal secara bergantian dan digantikan oleh gigi tetap. Seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan belajar duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Otak tumbuh membesar dan bayi mulai berbicara.

Umumnya bayi mulai berjalan dan berbicara sekitar usia satu tahun. Pada usia tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat pendek. Menjelang usia sepuluh tahun anak-anak mulai mencari teman, mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka dan bekerjasama.

3.Masa awal anak anak (early chidhood) yaitu periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah (mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya. Jika telah memasuki kelas satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.

4.Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood) ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah dikuasai. Anak secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan. Prestasi menjadi tema yang lebih sentral dari dunia anak dan pengendalian diri mulai meningkat.

5.Masa remaja (adolescence) ialah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.

Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa melalui satu tahap yang disebut masa pubertas. Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia menjadi orang, suatu periode dalam mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak.

Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertai pula oleh perubahan-perubahan yang bersifat psikologis. Pada masa ini baik laki-laki atau perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang.

Ciri-ciri Penting Periode Pubertas :

a). Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang tindih. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimiliknya, sementara beberapa ciri remaja dimilikinya pula.

b). Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya lawan jenis, terhadap permainan dan anggota keluarga.

c) .Tubuhnya mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. Sebagian ciri pubertas yang dia miliki ditunjukkan dalam sikap, perasaan, keinginan, dan perbuatan-perbuatan. Sikapnya yang paling menonjol antara lain sikap tidak tenang dan tidak menentu.

d). Pertumbuhan dan perkembangan badannya, tumbuh normal, sesuai dengan usianya. Berat badannya 40 kg, dan tinggi badannya.

e). Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.

f). Haid (menstruasi) yang pertama kali dia alami pada usia 9 tahun. Jika dilihat dari usianya saat ia mengalami menstruasi, ia masih dalam masa kanak-kanak akhir.

g) .Gejala yang mulai ditunjukkan dari dirinya yaitu :
– Pinggul yang membesar dan membulat
– Dada yang semakin nampak menonjol
– Tumbuhnya rambuh di daerah kelamin, ketiak, lengan dan kaki
– Perubahan suara dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius)
– Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat
– Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak.

Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki.

Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.

6.Masa awal dewasa (early adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia dua puluhan tahun dan yang berakhir pada usia tiga puluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.

Sebagai seorang individu yang sudah tergolong dewasa, peran dan tanggung jawabnya tentu makin bertambah besar. la tak lagi harus bergantung secara ekonomis, sosiologis ataupun psikologis pada orang tuanya. Mereka justru merasa tertantang untuk membukukan dirinya sebagai seorang pribadi dewasa yang mandiri.

Segala urusan ataupun masalah yang dialami dalam hidupnya sedapat mungkin akan ditangani sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk orang tua. Berbagai pengalaman baik yang berhasil maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan pelajaran berharga guna membentuk seorang pribadi yang matang, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.

Secara fisik, seorang dewasa muda (young adulthood) menampilkan profil yang sempurna dalam arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan aspek-aspek fisiologis telah mencapai posisi puncak. Mereka memiliki daya tahan dan taraf kesehatan yang prima sehingga dalam melakukan berbagai kegiatan tampak inisiatif, kreatif, energik, cepat, dan proaktif.

Secara umum, mereka yang tergolong dewasa muda ialah mereka yang berusia 20-40 tahun. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan, Santrock (1999), orang dewasa muda termasuk masa transisi, baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara intelektual (cognitive trantition), serta transisi peran sosial (social role trantition).

7.Masa pertengahan dewasa (middle adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enam puluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.

Dari pertumbuhan fisik, menurut Santrock (1999) diketahui bahwa dewasa muda sedang mengalami peralihan dari masa remaja untuk memasuki masa tua. Pada masa ini, seorang individu tidak lagi disebut sebagai masa tanggung (akil balik), tetapi sudah tergolong sebagai seorang pribadi yang benar-benar dewasa (maturity).

la tidak lagi diperlakukan sebagai seorang anak atau remaja, tetapi sebagaimana layaknya seperti orang dewasa lain-nya. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya).

Segala tindakannya sudah dapat di-kenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata}. Masa ini ditandai pula dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi, dan kemampuan reproduksi.

8.Masa akhir dewasa (late adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enam puluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.

Pada tingkat kedewasaan menengah (40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif . Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial (BKKBN 1998).

Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ.

Secara ekonomi, penduduk lanjut usia lebih dipandang sebagai beban daripada sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masa tua, seringkali dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat.

Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Di negara Barat, penduduk lanjut usia menduduki strata sosial di bawah kaum muda.
Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Tetapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu :
Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.

Sedangkan menurut Prayitno dalam Aryo (2002) mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 56 tahun ke atas, tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari-hari.

Pada umumnya pada masa lanjut usia ini orang mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotorik. Menurut Zainudin (2002) fungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi pemahaman, pengertian, perhatian dan lain-lain yang menyebabkan reaksi dan perilaku lanjut usia menjadi semakin lambat.

Fungsi psikomotorik meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan, tindakan, koordinasi yang berakibat bahwa lanjut usia kurang cekatan.

Sumber :

http://www.gudangmateri.com/2010/08/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia.html/

http://id.wikipedia.org/wiki/

http://www.psikologizone.com/fase-fase-perkembangan-manusia/

Komentar Dinonaktifkan pada Perkembangan Manusia Posted in Alamiah Dasar

ALAM SEMESTA

Mengenai tentang alam semesta
Bila kita berada di suatu tempat yang tinggi di luar kota, jauh dari sinar gemerlapan kota dan pada saat itu tidak ada bulan dan langit bebas dari awan, maka akan tampak bintang-bintang. Bila kita menggunakan teropong binokular atau teleskop jumlah bintang yang kita lihat makin banyak. Pengamatan lebih lanjut yang dilakukan oleh para ahli astronomi dengan menggunakan alat-alat atau instrumen mutakhir menunjukkan bahwa di alam semesta itu terdapat bintang-bintang beredar mengikuti suatu pusat yang berupa suatu kabut gas pijar yang sangat dekat satu sama lain (cluster) dan juga dikelilingi oleh gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebula) dan tebaran ribuan bintang. Keseluruhan itu termasuk Matahari kita, yang selanjutnya disebut galaksi. Galaksi itu ternyata tidak satu tetapi beribu-ribu jumlahnya. Galaksi dimana bumi kita berinduk diberi nama Milky Way atau Bima Sakti.
Terjadinya alam semesta (kosmos) telah dipelajari oleh manusia sejak dahulu. Pada permukaan dipelajari berdasar legenda yang berkembang dari mitos kemudian dikembangkan oleh orang-orang Yunani Kuno.

Tokoh-tokoh dan yang lainnya yang memberikan sumbangan perubahan pemikiran pada waktu itu :

a.Anaximander : “langit yang kita lihat adalah setengah saja,langit dan isinya beredar mengelilingi bumi,ia juga mengajarkan membuat jam dengan tongkat”.

Anaximander

b.Anaximenes (560-520) : “mengatakan unsur-unsur semua benda adalah air.Seperti pendapat Thales.Air merupakan salah satu bentuk benda bila merenggang menjadi api dan bila memadat menjadi tanah.”

Anaximenes

c.Herakleitos (560-470) : “pengkoreksi pendapat anaximenes,justru apilah yang menyebabkan transmutasi,tanpa ada api benda -benda akan seperti apa adanya.”

Herakleitos

d.Pythagoras (5oo SM) : “mengatakan unsur semua benda adalah e mpat,yaitu tanah,api,udara,air.Ia juga menungkapkan dalil pythagoras C2 =A2 + B2,sehubungan dengan alam semesta ia mengatakan bahwa bumi adalah bulat da seolah-olah benda lain mengitari bumi termasuk matahari.”

Pythagoras

e.Demokritos (460-370) : “bila benda di bagi terus,maka suatu saat akan sampai pada bagian yang terkecil,atau di sebut juga atomos atau atom.

f.Empedokles (480-430 SM) : “menyempurnakan pendapat pythagoras,ia memperkenalkan tentang tenaga penyekat atau daya tarik-menarik dan daya tolak-menolak.Kedua tenaga ini dapat mempersatukan dan memisahkan unsur-unsur.

g.Plato (427-325) : “yang mempunyai pemikiran berbeda dari orang yang sebelumnya.Ia mengatakan bahwa keanekaragaman yang tampak ini sebenarnya hanya suatu duplikat saja dari semua yang kekal dan immatrial.Seperti serangga yang beranekaragaman itu merupakan duplikat yang tidak sempurna dan yang benar adalah idea serangga.

h.Aristoteles : merupakan ahli pikir,ia membuat intisari dari ajaran orang sebelumnya ia membuang ajaran yang tidak masuk akal dan memasukkan pendapatnya sendiri.Ia mengajarkan unsur dasar alam yang disebut Hule.Zat ini tergantung kondisi sehingga terwujud tanah,air,api,udara.Terjadi tranmutasi disebabkan okeh kondisi,dingin,lembah,panas,dingin.Dalam kondisi lembab huleakan berwujud sebagai api,sedangkan dalam kondisi kering ia berwujud tanah.Ia juga mengajarkan bahwa tidak ada ruangan yang hampa.

Aristoteles

i.Ptolomeus (127-151 SM) : “mengatakan bahwa bumi adalah pusat tata surya (goesintris),berbentuk bulat diam seimbang tanpa tiang menyangga.

Ptolomeus

j.Avicenna (ibnu shina abad 11) : “merupakan ahli di bidang kedokteran,selain itu ahli lain dari dunia islam yaitu Al-Biruni seorang ahli ilmu pengetahuan asli dan kontemporer.Pada abad 9-11 ilmu pengetahuan dan filsafat yunani banyak yang di kembangkan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Alam semesta merupakan sebuah daerah yang sangat besar, terisi dengan berbagai komponen yang bisa mengejutkan kita, termasuk hal-hal yang jauh dari bayangan kita. Teori kosmologi modern dimulai oleh Friedman pada tahun 1920 dan dikenal juga sebagai model kosmologi standar. Model kosmologi standar dimulai dengan prinsip di dalam skala besar, alam semesta homogen dan isotropis serta pengamat tidak berada pada posisi yang istimewa di alam semesta. Model ini juga menyatakan bahwa alam semesta seharusnya mengembang dalam jangka waktu berhingga, dimulai dari keadaan yang sangat panas dan padat.

Bintang merupakan salah satu objek yang bisa langsung dikenali saat kita melihat langit, tentu saja disamping bulan dan planet. Bintang sendiri memiliki beberapa tipe dan kelas, namun seringnya saat melihat bintang, kita akan langsung membandingkannya dengan Matahari. Bintang-bintang yang ada di langit terikat satu sama lainnya dalam suatu ikatan gravitasi yang membentuk galaksi Bima Sakti.

Bima Sakti juga bukan satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta. Bima Sakti hanya merupakan satu dari miliaran galaksi yang ada dalam alam semesta teramati. Alam semesta teramati ini terdiri dari galaksi dan materi-materi lainnya yang secara prinsip bisa teramati dari Bumi saat ini. Tentunya cahaya atau sinyal lainnya dari obyek-obyek ini membutuhkan waktu untuk mencapai kita.

Model Alam semesta

ALAM SEMESTA

Teori kosmologi modern dimulai oleh Friedman pada tahun 1920 dan dikenal juga sebagai model kosmologi standar. Model kosmologi standar dimulai dengan prinsip di dalam skala besar, alam semesta homogen dan isotropis serta pengamat tidak berada pada posisi yang istimewa di alam semesta. Model ini juga menyatakan bahwa alam semesta seharusnya mengembang dalam jangka waktu berhingga, dimulai dari keadaan yang sangat panas dan padat.

Model Evolusi Alam semesta

Tahun 1929, Edwin Hubble yang bekerja di Carniege Observatories di Pasadena, California mengukur pergeseran merah dari sejumlah galaksi jauh. Ia juga mengukur jarak relatif dengan pengukuran kecerlangan semu bintang variabel Cepheid di setiap galaksi. saat melakukan plot pergeseran merah terhadap jarak relatif, Hubble menemukan kalau pergeseran merah galaksi jauh ini meningkat dalam fungsi linear terhadap jarak. Galaksi-galaksi jauh itu bergerak saling menjauh satu sama lainnya, dan memberikan adanya gambaran kalau alam semesta ternyata tidak tetap melainkan mengembang.

Jika demikian, bisa dikatakan alam semesta di masa lalu itu jauh lebih kecil dan lebih jauh lagi ke masa lalu, alam semesta ini hanya berupa sebuah titik. Titik yang kemudian dikenal sebagai dentuman besar, sekaligus awal dari alam semesta yang bisa kita pahami saat ini. Alam semesta yang mengembang ini terbatas dalam ruang dan waktu.

Newton mengetahui bahwa jika deskripsi gravitasinya benar, maka gaya gravitasi antar seluruh partikel bermassa dalam alam semesta akan secara akumulatif membuat alam semesta runtuh. Oleh karena itu ia mengusulkan alam semesta besarnya tak hingga. Persamaan medan Einstein mengusulkan alam semesta yang dinamik (walaupun awalnya Einstein sendiri, seperti kebanyakan orang hingga 1920an, berpikir bahwa alam semesta statik.

sir isaac Newton

Dalam alam semesta mengembang, ada 3 solusi yang diajukan untuk memprediksikan nasib alam semesta secara kesluruhan. Nah nasib yang mana yang akan dialami tentunya bergantung pada pengukuran kecepatan mengembang alam semesta relatif terhadap jumlah materi di dalam alam semesta.

Secara umum ketiga solusi itu adalah, alam semesta terbuka, alam semesta datar dan alam semesta tertutup. Untuk alam semesta terbuka, ia akan mengembang selamanya, jika ia merupakan alam semesta datar maka akan terjadi pengembangan selamanya dengan laju pengembangan mendekati nol setelah waktu tertentu. Jika alam semesta merupakan alam semesta tertutup, ia akan berhenti mengembang dan mulai mengalami keruntuhan terhadap dirinya sendiri dan kemungkinan akan memicu terjadinya dentuman besar lainnya. Untuk ketiga solusi ini, alam semesta akan mengalami perlambatan dalam mengembang sebagai akibat dari gravitasi.

Pengamatan yang dilakukan saat ini pada supernova jauh menunjukan terjadinya pengembangan alam semesta yang mengalami percepatan, yang diakibatkan oleh keberadaan energi kelam. Tak seperti gravitasi yang memperlambat terjadinya pengembangan, energi kelam justru mempercepat pengembangan. Nah jika memang energi kelam ini memainkan peranan yang penting dalam evolusi alam semesta, maka kemungkinan yang terjadi alam semesta akan terus mengembang secara eksponensial selamanya.

Teori Pembentukan Alam semesta

Hingga Tahun 1928 banyak sekali teori bagaimana alam semesta ini berawal, dari teori ada dengan seketika sampai teori radikal yang mengatakan bahwa alam semesta tidak mempunyai awal maupun akhir, tapi semua itu hanyalah sebuah asumsi dan sama sekali tidak terbukti.

1.Teori Bing Bang

Pembentukan Alam semesta

Jason Lisle, Ph.D. dalam bidang astrofisika dari Universitas Colorado, membuat observasi mengenai teori big bang.

Teori Big Bang mengharuskan wilayah-wilayah yang berbeda dari alam semesta mulai dengan temperatur yang sangat berbeda, sebagai konsekuensi dari mekanika kuantum. Sambil alam semesta mengembang, wilayah-wilayah yang berbeda dari alam semesta ini seharusnya memiliki temperatur yang berbeda.

Namun hari ini semua wilayah memiliki temperatur yang hampir sama persis. Kita bisa melihat latar belakang gelombang mikro di alam semesta dan melihat temperaturnya. Jadi ada masalah, karena tidak cukup waktu, menurut perhitungan jangka waktu evolusi, bahkan jika diberikan 20 milyar tahun bagi cahaya untuk pindah dari satu wilayah ke wilayah lain dan dengan cara demikian bertukar temperatur untuk mencapai ekuilibrium. Agar semua wilayah memiliki temperatur yang sama, mereka harus memiliki kontak.

Jika kamu menaruh es batu dalam kopi panas maka akan menghasilkan kopi yang suam-suam kuku. Ada pertukaran panas karena mereka memiliki kontak. Cahaya dapat memfasilitasi pertukaran energi, tetapi tidak ada cukup waktu. Ini disebut sebagai Problema Horison, dan ini adalah masalah yang besar, karena temperatur di alam semesta ini bukan hanya mirip, tetapi sangat-sangat merata.(Lisle, Creation Astronomy, 2006, Answers in Genesis).

Tuan Hubble Pada tahun 1929 sedang mengamati ledakan supernova, sinar yang super terang dari supernova itu membuatnya sadar bahwa galaksi didekatnya semakin menjauh pada setiap detiknya. Lalu dia mengamati frekuensi cahaya dari galaksi yang menjauh itu, apa yang dia dapat sangat mengejutkan, frekuensinya semakin menurun dan merubah warna cahaya galaksi itu menjadi merah. Perubahan warna yang radikal itu membuktikan bahwa alam semesta sedang memuai dengat sangat cepat!! Ketika itu dia menyadari bahwa dahulu kala alam semesta pernah saling berdekatan bahkan menyatu menjadi sebuah titik kecil, lalu energi yang besar membuatnya memuai. Kemudian teori Big Bang mulai diakui oleh dunia.

Awal di Dalam Kehampaan

Para ilmuan memperkirakan bahwa sebelum terjadi Big Bang tidak ada apa-apa, tidak ada materi dan energi, tidak ada ruang, bahkan tidak ada Waktu. Lalu entah dari mana muncul sebuah titik energi kecil yang kemudian energi ini memuai dan membesar kesegala penjuru, terciptalah ruang dan waktu. Pada saat itu alam semesta hanya dipenuhi oleh energi dan suhunya sangat panas.
Dua orang pegawai Bell Telephone bernama Tuan Penzias dan Tuan Wilson sedang memperbaiki gangguan gelombang elektromagnetik dengan antenanya, entah kenapa gelombang pengganggu ini tidak juga hilang, bahkan setelah sarang dan kotoran burung pada antenanya dibersihkan. Mereka menyadari bahwa gelombang tesebut berasal dari angkasa (gelombang ini dinamakan CMB, Cosmic Microwave Background) dan merupakan sebuah konsekuensi dari terjadinya Big Bang. Ini membuktikan bahwa entah bagaimana energi yang memenuhi alam semesta telah berubah menjadi materi yaitu foton. Keberadaan CMB juga membuktikan bahwa materi merupakan wujud lain dari energi, dan Rumus E=∆MC2 mendukung hal itu.
Tetapi ada masalah lain, ketika alam membentuk materi ia juga membentuk “sisi jahat” dari materi pula, ANTIMATERI. Jika keduanya bersentuhan maka materi yang tercipta akan dikonversi kembali ke energi secara utuh. Untunglah suhu yang cukup panas pada waktu itu membuat materi dan antimateri tidak bersentuhan sama sekali. Saat itu alam telah menciptakan atom pertama yaitu Hidrogen.
Pada saat itu suhu alam semesta tidak bisa menciptakan unsur yang lebih berat dari Hidrogen. Lalu bagaimana unsur-unsur yang lebih berat seperti besi tercipta?

Kelahiran ke-103 Materi Pembentuk Alam

Seiring terciptanya materi maka tercipta pula gravitasi, walaupun hidrogen memiliki masa yang teramat sangat kecil tetap saja dia membelokkan ruang dan waktu dengan kata lain memiliki gravitasi. Saat itu atom-atom hidrogen telah memenuhi alam semesta tetapi gravitasi mereka membuat mereka saling tarik menarik dan membentuk sebuah bola hidrogen yang besar. Pada suatu titik tertentu, inti bola hidrogen akan merasa “pengap”, ketika suhu intinya sampai pada suatu titik dimana reaksi thermonuklir bisa menopang dirinya sendiri maka terciptalah “pabrik” pencipta 103 unsur yang telah kita ketahui sampai saat ini, BINTANG.
Dua buah atom hidrogen akan membentuk satu buah atom helium, dua buah atom helium membentuk satu buah atom berium, dan seterusnya sampai pada terciptanya atom besi. Besi merupakan unsur yang “unik” karena suhu di inti bintang tidak mampu membuat besi melakukan reaksi nuklir menjadi unsur yang lebih berat. Lalu bagaimana unsur yang lebih berat seperti timbal, emas dan perak terbentuk? Satu-satunya jalan adalah kita membutuhkan suhu yang lebih panas dari suhu didalam inti bintang, SUPERNOVA.
Suhu ketika supernova terjadi bisa mencapai jutaan kali suhu didalam inti bintang, ini dikarenakan pada saat itu bukan hanya unsur hidrogen saja yang di bakar tetapi unsur-unsur yang lebih berat seperti besi juga ikut terbakar. Selanjutnya unsur-unsur yang lebih berat itu terlempar ke segala penjuru angkasa luas. Begitulah ke-103 materi pembentuk alam tercipta.

Akhir yang Suram

Bailklah kita sudah mengetahui bagaimana semua ini berawal, lalu bagaimana semua ini akan berakhir? Banyak orang percaya bahwa alam semesta didominasi oleh materi, sehingga suatu saat memuainya alam semesta akan berhenti dan memulai berdekatan kembali ke sebuah titik semula atau biasa disebut Big Crunch. Tapi penelitian baru-baru ini menunjukan memuainya alam semesta tidaklah melambat sama sekali melainkan dipercepat, ini membuktikan alam semesta didominasi oleh energi dan bukanlah oleh materi, energi yang mempercepat memuainya alam semesta yang dipercepat sampai saat ini belum diketahui sehingga kita menyebutnya “Energi Gelap”.

Ini menegaskan bahwa suatu saat nanti kita tidak akan melihat galaksi Andromeda, kita akan menjauh dari matahari, bahkan atom-atom di kuku kita akan saling menjauh. Di masa depan nanti semua atom yang ada di alam semesta akan terurai menjadi bentuk yang lebih kecil, proton akan terpisah dari neutron, quark akan terurai menjadi sesuatu yang lebih kecil dan seterusnya hingga alam semesta menjadi kosong dan yang tertinggal hanyalah waktu dan ruang yang sangat luas.

Ketidakhadiran orang-orang dari masa depan yang menghindari musnahnya alam semesta merupakan bukti kuat bahwa ras manusia tidak bisa selamat dari runtuhnya alam semesta. Walaupun banyak juga kemungkinan lain seperti manusia yang berpindah dimensi atau undang-undang perjalanan waktu yang melarang kontak dengan manusia masa lalu. Pada titik ini kita menyadari bahwa harta yang kita kumpulkan akan kembali ke dalam kehampaan, berawal dari kehampaan diakhiri dengan KEHAMPAAN.

Dari berbagai Sumber :

– cumbriansky.files.wordpress.com

http://netsains.com/2009/08/

Komentar Dinonaktifkan pada ALAM SEMESTA Posted in Alamiah Dasar

Asal Mula Pembentukan Bumi

  • Sejarah Pembentukan Bumi

Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita. Bagaimana Bumi ini terbentuk secara pasti masih merupakan perdebatan dimana banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli dengan alasan yang berbeda-beda pula. Berikut ini beberapa teori mengenai pembentukan bumi yang umum dikenal.

PEMBENTUKAN BUMI DARI SEGI SAINS

teori yang paling populer adalah teori big bang.

Awalnya ada 1 bintang raksasa yang kemudia mengalami supernova, meledak dan materialnya menyebar kemana2.

Material besar yang menyimpan energi menjadi bintang, sementara yang lebih kecil menjadi planet, yang lebih kecil menajdi bulan, asteroid, dan benda langin lainnya. Sesuai kaidah bahwa dua benda akan tarik-menarik sesuai dengan gravitasi yang dimilikinya (yang dipengaruhi oleh massa masing2 benda tersebut), maka benda yang massanya lebih kecil akan tertarik oleh gravitasi benda yang massanya lebih besar. tapi karena adanya gravitasi benda yang lebih kecil tersebut, maka benda yang lebih kecil akan berputar mendekat ke benda yang lebih besar sampai akhirnya dicapai kesetimbangan antara kedua gravitasi kedua sehingga benda yang lebih kecil akan ber-revolusi mengelilingi benda dengan massa yang (jauh) lebih besar. Contoh, planet yang mengelilingi matahari.

Kemudian planet inipun mengalami proses pembentukan dirinya. Sebagai pecahan dari bintang, tentu saja tiap planet memiliki komposisi yang berbeda. Kemudian pengaruh dari radiasi yang diterima tiap planet juga berbeda, maka proses yang terjadi pada tiap2 planet akan berbeda satu-sama lain.

Bumi yang awalnya berupa benda pijar yang panas perlahan2 mengalami pendinginan (energi yang disimpannya cuma sedikit lho, ga sebanyak bintang). Sesuai hukum thermodinamika yang gua sendiri ga tau persisnya (^_^) bumi mengalami perubahan dari bentuk gas –> semakin dingin –> cair, nah pada saat cair inilah material2 mulai mengelompok dan membentuk bagian2 inti, mantel dan kerak.

Khusus untuk kerak, (uap) air yang mulai terbentuk seiring pendinginan bumi mulai mendingin dan turun ke permukaan bumi menjadi air. Nah karena permukaan bumi masih berupa cairan panas, maka air tersebut menjadi uap lagi sementara permukaannya terdinginkan dan mulai mengeras. bayangkan magma yang disemprot air dalam jumlah banyak, lama2 kan permukaan atasnya akan mengeras (karena mendingin) sementara lapisan bawahnya tetap berupa cairan panas. Nah lapisan keras tersebut semakin lama semakin tebal dan sekarang menjadi ‘permukaan tanah’ tempat manusia dan makhluk hidup lainnya tinggal. Sementara air yang sebagian besar menjadi laut dan samudra, salah satunya berfungsi untuk menjaga suhu kerak bumi tetap dingin.

PEMBENTUKAN BUMI DARI SEGI ISLAM

Adapun yang mengenai relief bumi, Qur-an hanya menyinggung
terbentuknya gunung-gunung. Sesungguhnya dari segi yang kita
bicarakan di sini, hanya sedikit yang dapat kita katakan;
yaitu ayat-ayat yang menunjukkan perhatian Tuhan kepada
manusia dalam hubungannya dengan terbentuknya bumi seperti
dalam:

Surat 71 ayat 19, 21:

Artinya: “Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai
hamparan supaya kamu menempuh jalan-jalan yang
luas di bumi itu.”

Surat 51 ayat 48 :

Artinya: “Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik
yang menghamparkan adalah Kami.”

(Permadani) yang digelar (dihamparkan) adalah kulit bumi
yang keras yang di atasnya kita dapat hidup. Adapun
lapisanlapisan di bawah adalah sangat panas, cair dan tak
sesuai dengan kehidupan. Ayat-ayat Qur-an yang mengenai
gunung-gunung serta isyarat-isyarat tentang stabilitasnya
karena akibat fenomena lipatan adalah sangat penting.

Surat 88 ayat 19, 20:

Artinya: “Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan,
Dan bumi bagaimana ia dihamparkan.”

Konteks ayat mengajak orang-orang yang tidak beragama untuk
melihat fenomena-fenomena alamiah. Ayat-ayat di bawah ini
menjelaskan lebih lanjut:

Surat 78 ayat 6, 7:

Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai
hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak.”

Orang-orang yang beragama itu memakai (autad, kata jamak
dari watad) untuk menetapkan tenda di atas tanah.

Para ahli geologi modern menggambarkan lipatan tanah yang
mengambil tempat duduk di atas relief, dan yang dimensinya
berbeda-beda sampai beberapa kilometer bahkan beberapa puluh
kilometer. Daripada fenomena lipatan inilah kulit bumi dapat
menjadi stabil.

Karena hal-hal tersebut di atas kita tidak heran jika
membaca Qur-an dan mendapatkan pemikiran-pemikiran tentang
gunung-gunung seperti berikut:

Surat 79 ayat 32:

Artinya: “Dan gunung-gunung dipancangkanNya dengan teguh.”

Surat 31 ayat 10:

Artinya: “Dia meletakkan gunung-gunung di (permukaan) bumi
supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu.”

Kata-kata tersebut diulangi lagi dalam surat 16 ayat 15.
Idea yang sama diterangkan dengan cara yang agak berlainan
dalam surat 21 ayat 31:

Artinya: “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung
yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama
mereka. ”

Ayat-ayat tersebut menerangkan bahwa cara gunung-gunung itu
diletakkan adalah sangat menjamin stabilitasnya, dan hal ini
sangat sesuai dengan penemuan-penemuan geologi.

MUKA BUMI

Susunan bumi adalah kompleks. Pada waktu ini secara kasar
sekali kita dapat mengatakan bahwa bumi itu mempunyai
lapisan dalam; temperatur disitu sangat tinggi khususnya di
bagian tengah di mana batu-batu masih cair. Adapun lapisan
atas atau kulit bumi merupakan lapisan yang keras dan
dingin. Lapisan atas itu sangat tipis, hanya setebal antara
beberapa kilometer dan beberapa puluh kilometer; sedang
poros bumi itu lebih dari 6.000 kilometer. Dengan begitu
maka kulit bumi, rata-rata tidak sampai 1/100 poros bumi.
Dalam batas 1/100 inilah fenomena-fenomena geologi terjadi.

Yang paling dasar daripada perubahan-perubahan geologi
adalah lipatan yang asalnya adalah rangkaian gunung-gunung.
Terbentuknya lipatan-lipatan itu dalam geologi dinamakan
“orogenese.” Proses ini penting sekali karena setelah nampak
relief (pemunculan) yang akan membentuk gunung terjadi pula
gerakan kearah kedalam yang proporsional dengan kulit bumi
yang menjamin tempat duduknya gunung itu dalam lapisan di
bawahnya.

Sejarah tentang pembagian muka bumi menjadi tanah dan lautan
adalah hasil penyelidikan yang masih baru dan masih belum
sempurna, walaupun yang mengenai periode yang tidak sangat
kuno tetapi yang lebih banyak diketahui. Sangat boleh jadi
bahwa timbulnya lautan (hidrosfir) terjadi l/2 milliard
tahun yang lalu. Mula-mula semua benua merupakan satu
kesatuan pada “Zaman Pertama” dan kemudian terserak-serak.
Di lain pihak ada benua-benua atau bagian benua yang muncul
sebagai akibat terjadinya gunung dalam daerah laut (seperti
benua Atlantik Utara dan sebagian dari Europa — menurut
pandangan Sains modern).

Yang mempunyai pengaruh besar dalam sejarah pembentukan bumi
adalah munculnya rangkaian gunung-gunung. Para ahli
mengelompokkan semua evolusi bumi, dari periode pertama
sampai periode keempat dengan mengambil pedoman dari tahap
orogenik (gunung-gunung) dan tahap-tahap ini sendiri
dikelompokkan dalam siklus-siklus orogenik, karena tiap-tiap
munculnya relief gunung akan mempengaruhi keseimbangan
antara lautan dan benua. Munculnya gunung-gunung telah
menghilangkan beberapa bagian bumi yang tinggi dan
menumbuhkan bagian-bagian yang baru dan telah merubah
pembagian udara laut dan udara kontinental semenjak
beratus-ratus juta tahun. Udara kontinental hanya mengambil
tempat 3/10 dari seluruh muka bumi.

Dengan cara tersebut di atas kita dapat menyimpulkan secara
sangat tidak sempurna perubahan-perubahan yang terjadi dalam
beberapa ratus juta tahun yang lalu.

Bumi, bila boleh didiami?

Bumi adalah satu-satunya bahagian alam semesta yang diketahui dihuni oleh makhluk hidup sampai sekarang. Para ahli sains telah berusaha merungkai asal usul munculnya kehidupan di Bumi dan bagaimana keadaan Bumi di awal terbentuknya.

Ada tiga sudut pandangan yang memperkatakan keadaan Bumi pada awal terbentuknya, iaitu bergurun seperti permukaan Bulan, diselimuti lidah api, atau dipenuhi air tanpa daratan. Namun, ketiga gambaran tersebut mungkin salah.

Sebuah kajian terbaru menyimpulkan bahawa Bumi memiliki benua dan lautan sejak 4,3 milion tahun lalu. Keadaan tersebut berlaku setelah Bumi terbentuk dan tidak terlalu lama sejak terbentuknya matahari sekitar 4,6 milion tahun lalu.

Penelitian berbeza yang dilaporkan pada bulan Mei juga menghasilkan kesimpulan sama. Anggapan bahawa permukaan Bumi diliputi api yang membara pada awal terbentuknya dianggap sesuatu yang terlalu melampau.

Tapi, bukan bermakna sejak awal terbentuknya Bumi sudah ada kehidupan. Hanya sahaja, keadaan persekitarannya sudah siap untuk didiami. Suatu tempat berisi air, tanah, suhu dan keadaan persekitaran yang seimbang membawa kepada terbentuknya kehidupan.

Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam jurnal Sains edisi online. Peneliti dari University of Colorado Stephen Mojzsis juga menerangkan bagaimana keadaan Bumi sebelum masa tersebut.

“Sebelum 4 milion tahun lalu, Bumi mungkin tidak terlihat Biru dari luar angkasa seperti sekarang. Meskipun diketahui sudah terbentuk daratan yang luas, atmosfera yang mengandungi karbon dioksida berkadar tinggi menyebabkan langit berwarna kemerah-merahan,”kata Mojzsis.

“Lautan dengan konsentrasi besi yang lebih tinggi daripada sekarang juga menyebabkan airnya berwarna biru kehijau-hijauan. Ratusan kepulauan kecil seperti Selandia Baru atau Jepun mungkin masih terendam,” katanya.

Kesimpulan ini diambil berdasarkan analisis terhadap hafnium, elemen langka pada mineral purba yang ditemukan di Jack Hill, kawasan Australia Barat. Batuan-batuan di sana diperkirakan sebagai salah satu yang tertua di Bumi, berumur sekitar 4,4 milion tahun.

“Bukti ini menunjukkan bahwa terdapat plat benua utama yang telah terbentuk pada 100 juta tahun pertama terbentuknya Bumi,” lanjut Mojzsis.

Penelitian Mark Harrison dari Australian National University yang dilaporkan pada 2001 digabungkan dengan hasil penelitian Mojzsis. Dari penelitian tersebut telah dibuktikan bahawa permukaan Bumi mengandung air sejak 4,3 juta tahun lalu.

“Gambaran yang kami peroleh sekarang menunjukkan bahwa kulit Bumi, lautan, dan atmosfera telah terbentuk sejak awal sehingga lebih siap untuk menampung pelbagai bentuk kehidupan,” kata Mojzsis.

Udaranya sendiri mungkin belum dapat digunakan untuk bernafas kerana terdiri dari campuran karbon dioksida, wap air, gas sulfur, dan metana. Tetapi kerana inilah lingkungan yang diperlukan oleh mikroba.

Para saintis belum dapat memastikan sejak bila kehidupan dimulai dan bagaimana terbentuk. Berdasarkan teori lainnya, jika ada sejak 4,3 milion tahun dahulu, beertiti kehidupan sempat musnah kerana hentaman meteor sehingga harus dimulai sejak awal lagi. Bagaimanapun, Bumi adalah tempat yang tidak pasti pada satu milion tahun pertama hingga berkurangnya asteroid dan komet yang menghentamnya.

KEHANCURAN BUMI

Kiamat: Penciptaan kembali alam semesta

Dalam Al Qur’an ditekankan bahwa pengetahuan kiamat hanya Allah yang tahu. Dari banyak ayat Al Qur’an dijelaskan dengan jelas bahawa hari kiamat bukan hancurnya alam semesta tetapi kiamat merupakan rangkaian peristiwa. Pada saat sangkakala pertama, alam semesta hancur dan berikutnya secara berturutan alam dibangun kembali (qiyamah) menjadi bentuk baru. Pada saat qiyam inilah dihisab amal perbuatan manusia dan terjadi kegusaran seluruh manusia dari seluruh alam (termasuk dari bumi). Di akhirat kelak masih ada matahari dan planet yang masing-masing merupakan tempat syurga dan neraka. Mungkinkah pada waktu itu hanya ada matahari tunggal dengan planet tunggal yang ukurannya maha besar karena berkumpulnya semua isi alam?

ALAM SEMESTA DAN KEHANCURANNYA

Setiap sesuatu yang baru akan berubah. Bumi dan langit beserta galaksi-galaksi adalah ciptaan tuhan maka ianya bersifat mahkluk dan baru iaitu harus menerima perubahan. Setiap benda baru akan hancur kerana ketidakkekalannya. Yang kekal hanyalah Allah yang tidak menerima perubahan. Begitu juga dengan ruang, waktu dan kosmos yang sebelumnya tiada adalah mahkluk Allah.

Alam semesta ini pada suatu masa akan menerima kemusnahan. Hal ini telah disebut dalam al-Quran.

Dalam ayat 9 Surah al-Thur menerangkan yang maksudnya,
“Pada hari ketika langit benar-benar goncang”.

Dalam ayat 16 Surah al-Haqqah,
“Dan terbelahlah langit kerana pada hari langit menjadi lemah”.

Dalam ayat 18 Surah al-Muzammil,
“Langit pun menjadi pecah belah pada hari itu”.

Dalam ayat 9 Surah al-Mursalat,
“Dan apabila langit telah dibelah”.

Dalam ayat 104 Surah al-Anbiya’,
“pada hari kami gulung langit sebagai menggulung. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya”.

Dalam ilmu astronomi bintang-bintang pada suatu ketika nanti akan meledak dan meluap menjadi supernova. Dan kemungkinan matahari kita pada suatu masa nanti juga akan menjadi supernova tersebut. Di kala itu bumi akan ditelannnya. Hal ini mungkin akan terjadi berjuta tahun akan datang. Denagn berlakunya hal tersebut, terjadi apa yang dikatakan kiamat.

Kita juga mangetahui bahawa adanya rotasi seluruh bintang di langit kerana adanya daya tarikan galaksi-galaksi. Bintang-bintang berpusing untuk mengimbangi kedudukkannya. Galaksi mengeluarkan daya centripetal sedangkan bintang-bintang mengeluarkan daya tarik centrifugal. Bumi kita dan lapan planet lainnyaberotasi dan mengelilingi matahari kerana daya tarik centripetal matahari yang menarik planet-planet tersebut. Planet-planet menjadi berpusing kerana daya tarik centrifugalnya untuk menghindari dari matahari. Kedua-dua daya ini harus seimbang supaya perjalanan alm semsta ini menjadi tertib dan tidak bertembung. Kesemua ini boleh berkurang atas sebab-sebab tertentu. Hal ini telah diketahui oleh para sarjana Amerika bahawa daya tarik bumi waktu ini sedang menurun dan menyebabkan rotasinya lambat. Jika daya tarik bumi boleh berkurangan mak daya tarik benda-benda langit seperti bintang-bintang pun boleh menurun. Hal ini akan menyebabkan kemusnahan bintang-bintang sehingga terjadi perlanggaran antara satu sama lain. Akibat yang paling hebat sekali apabila daya tarik centrifugal berkurangan. Maka seluruh bintang akan masuk ke pusat galaksinya, masing-masing dalam keadaan ini, pusat galaksi bima sakti akn dihujani sekitar 100juta bintang, sehingga pusat galaksi itu menjadi medan kehancuran bintang-bintang. Mungkin juga galaksi-galaksi lainnya akan menerima nasib yang sama. Al-Quran telah menyatakan hal ini.

Allah berfirman yang maksudnya,
“Dan apabila bintang-bintang berjatuhan”.

Dan firmanNya lagi yang bermaksud,
“Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan”.

Bagaimana jatuhnya bintang-bintang tersebut dapat digambarkan oleh ilmu astronomi, mungkin disebabkan lambatnya rotasi gerakan bintang tersebut atau sebagainya seperti yang telah dijelaskan.

Selain itu, menurut astronomi bahawa bintang-bintang yang berada dilangit akan padam kemudian hancur.

Dalam pandangan yang lain pula bahawa bintang-bintang itu berevolusi dengan memiliki tenaga yang kuat dan panas hingga berwarna biru yang kemudian mengecil dengan jalannya yang tidak terkendalikan. Zat-zat helium yang ada disekitarnya akan membakar degan cepat dan akhirnya akan meledak. Dianggarkan pada waktu itu suhu kepanasannya setinggi 800juta darjah celcius dengan bahan-bahan atom ayng akan dapat meledakkan dirinya dengan hebat sekali.

Menurur A. Baiquni, bahawa pada setiap jangka waktu antara 100 hingga 200juta tahun, pertembunagn besar akan terjadi antara bumi dengan benda-benda angkasa yang lebih daripada hentaman yang berlaku ke atas bumi pada tahun 1908 yang dikenali sebagai “Kejadian Tungusa”. Kejadian yang besar itu terjadi, iaitu pada saat sistem matahari dalam perjalanannya mengelilingi pusat galaksi. Perjalanan tersebut menghampiri kawasan yang berkabut raksasa. Terjadi hal ini kerana masssanya yang besar, kabut raksasa ini akan mengganggu perjalanan komet-komet yang berasal dari kabut Oort yang ikut serta dengan sistem tata suriya kita dan hal ini dapat mengakibatkan pertembungan denagn bumi seperti Tungusa itu. Denagn kejadian itu dapat mengubah arus magma dan paksi bumi sehingga ada kemungkinan kutub Utara terbalik ke Selatan dan sebaliknya Barat menjadi Timur dan Timur menjadi Barat. Tidak mustahil pada waktu itu matahari akan terbit dari Barat dan terbenam ke Timur. Di dalam hadith Rasulullah s.a.w ada menerangkan hal ini.
Ia bersabda yang maksudnya,

“Sesungguhnya yang pertama-tama tanda hari kiamat ialah terbitnya matahari dari sebelah Barat dan keluar sesuatu macam binatang di hadapan orang ramai di waktu siang hari. Mana yang di antara kedua tanda ini keluar lebih dahulu sebelum yang satunya, maka yang satunya itu akan menyusul dalam waktu yang dekat sekali sesudah terjadi yang pertama itu”.

Walaupun ada banyak teori yang berdasarkan kepada pengkajian sains mengenai kehancuran alam semesta ini, namun hakikat sebenarnya adalah pada ilmi Allah, kerana Dialah yang Maha Mengetahui dan menentukan segala-galanya.

Sumber:

http://mylovelyblogmeimy.blogspot.com/

Tata Surya

  • Sejarah Terbentuknya Sistem Tata Surya

  1. Teori Kabut Nebula

Bumi kita terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu bersamaan dengan terbentuknya satu sistem tata surya yang dinamakan keluarga matahari. Satu teori yang dinamakan “Teori Kabut (Nebula) menceritakan kejadian tersebut dalam 3 (tiga ) tahap :

  1. Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar.
  2. Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
  3. Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari

Asteroid adalah salah satu anggota keluarga matahari, apabila bergerak terlalu dekat dengan bumi, gravitasi bumi akan menarik asteroid tersebut ke atmosfir bumi, bergesekan dan terbakar.

Bagian yang tidak habis terbakar jatuh di bumi disebut meteorit.

Secara umum meteorit dapat dikelompokkan menjadi 3 grup :

1. Meteorit besi (siderit, formulasi unsur Fe dan N)

2. Meteorit campuran besi – batu (sicerolit)

3. Meteorit batu (aerolit, komposisi utama adalah silikat/SiO2)

TEKTIT

Nama tektit berasal dari bahasa Yunani “tektos” yang berarti cair, lelelh. Biasanya tektit berwarna hitam, hijau atau coklat, bersifat “amorf”, secara fisik mempunyai kemiripan dengan obsidian.

Tektit terjadi sebagai dampak tumbukan meteorit dengan permukaan bumi, dimana akibat dari tumbukan tersebut menyebabkan terjadinya loncatan material yang bersifat cair yang kemudian membeku dengan cepat.

Tektit berukuran hanya beberapa gram, kadang-kadang ada yang mencapai berat 12 kg.

Tektit mempunyai bentuk-bentuk yang unik diantaranya ada yang berbentuk kancing, bel, oval, tetesan air mata.

Penamaan tektit diambil dari tempat dimana tektit tersebut ditemukan, contoh : Moldavit (dari Moldavia, Cekoslovakia), Philippinit (dair Filipina), Javanit (dari Jawa), Bilitonit (dari Biliton/Belitung)

      2.  Teori Big Bang & Bintang kembar

Pada mulanya para ilmuan berpijak pada hipotesa bahwa jagad raya tidak mengembang (statis). Namun dengan berjalannya waktu, pandangan tersebut mulai berubah sejak diperkenalkannya hukum gravitasi Newton. Hukum gravitasi Newton mampu menjelaskan secara tepat gerakan benda termasuk benda-benda langit seperti bumi, bulan dan planet. Penemu planet Uranus bernama William Herschel mempublikasikan hasil penelitiannya tentang bintang kembar pada tahun 1782. Ternyata interaksi antar bintang pun menuruti hukum gravitasi Newton.  Bila jagad raya statis maka seluruh bintang dijagad raya ini saling tarik menarik sehingga akan terbentuk satu massa yang sangat besar sekali. Nyatanya hal ini tidak terjadi.

 Sir William Herscel

Dengan demikian penemuan ini memperkuat dukungan bahwa sebenarnya jagad raya tidak statis. Pada saat Einstein memperkenalkan teori relativitas umum pada tahun 1917, kepercayaan tentang keberadaan jagad raya statik masih berlangsung. Oleh karena itu, Einstein memodifikasi teorinya dengan menambahkan satu suku yang dikenal dengan konstanta kosmologi. Konstanta ini merupakan gaya antigravitasi yang bersifat mengimbangi gaya gravitasi sehingga menghasilkan solusi untuk jagad raya statik. Akhirnya ia sadar bahwa hal ini merupakan suatu tindakan yang paling bodoh yang ia perbuat selama hidupnya. Hipotesa lain yang menentang bahwa jagad raya statis adalah teori “ENTROPI”. Menurut teori entropi, jagad raya ini mempunyai umur (asal-usul) dan makin lama makin kacau. Hipotesa ini membuat hipotesa jagad raya statis semakin pudar. Bila umur jagad raya ini dianggap sudah tua sekali, maka keadaan sekarang pasti sudah kacau. Ternyata keadaan jagad raya sampai saat ini cukup teratur, berarti umur jagad raya masih muda.

BIG BANG

Sebuah revolusi telah terjadi, jagad raya ternyata tidak tinggal diam (statik) tetapi mengembang. Fakta ini menjadi landasan dari kosmologi modern. Astronom Amerika Serikat bernama Edwin Hubble, pada tahun 1929 mempublikasikan salah satu kertas kerjayang menyatakan bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi kita sebanding dengan jarak galaksi dengan kita. Pernyataan ini dikenal sebagai hukum Hubble yang

ditulis sebagai berikut : v = Hor dengan Ho : suatu konstanta yang disebut konstanta Hubble. Jarak antara benda-benda langit makin lama makin jauh satu dengan yang lainnya. Pengamat di bumi melihat bahwa semua benda langit bergerak menjauhi bumi.

Bayangkan sebuah bola berjari-jari r dengan seorang pengamat pada titik O. Kita anggap bahwa gerakan galaksi pada permukaan bola adalah akibat dari gaya gravitasi di dalam bola. Diluar bola gaya gravitasi saling menghilangkan (anggapan ini telah dibuktikan melalui teori relativitas Einstein untuk jagad raya yang tak berhingga).

Anggap m adalah massa dari suatu galaksi pada permukaan bola dan anggap M adalah massa total galaksi pada permukaan bola. Jika adalah kerapatan materi di dalam bola pada waktu sekarang maka,

Jika tidak ada gaya lain selain gaya gravitasi, maka energi total dari massa m itu adalah: E = 1mv2 – GMm 2 r dengan v adalah kecepatan galaksi. Energi ini dapat bernilai positif, negatif atau nol tergantung pada harga v. Jika E positif, galaksi M akan terus bergerak menjauh selamanya dari pengamat O dan akan mencapai titik tak terhingga. Jika E negatif maka sistem akan terikat, galaksi m akan tertarik kembali ke titik O. Jika E sama dengan nol, maka galaksi akan terus menjauhi titik O dengan kecepatan yang makin lama makin kecil dan akan mencapai nol di titik tak berhingga.

Kesimpulan mengenai kemungkinan berbagai harga E ini berlaku juga bagi semua pengamat selain di bumi. Sehingga kita bisa simpulkan bahwa jika E positif jagad raya akan terus berkembang, sedangkan jika E negatif jagad raya ini akan berhenti mengembang dan runtuh.

 

Karena v = Hor, jika E = 0 maka, dengan kata lain jika kerapatan jagad raya ini sebesar jagad raya hampir terikat, dan akan terus mengembang sampai tak berhingga.

Situasi yang sama terjadi ketika kita melemparkan benda ke atas. Jika kecepatan yang kita berikan tinggi sekali, maka benda tersebut bisa tidak kembali lagi ke bumi. Tetapi kalau kecepatannya kecil maka setelah mencapai ketinggian tertentu benda akan balik ke bumi.

Penentuan ini merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Orang mencoba menghitung dengan mengambil suatu ruang volume tertentu lalu menghitung massa galaksi (bintang-bintang) di dalamnya. Perhitungan massa galaksi dapat dilakukan dengan menghitung pengaruh gravitasi dari galaksi terdekat. Misalnya jika 2 galaksi mengorbit satu sama lain, jika jarak dan kecepatannya diketahui maka dengan menggunakan rumus Keppler kita bisa memperoleh besar massa dari galaksi tersebut. Perhitungan ternyata hanya 10 sampai 20% dari harga . Hal ini menyimpulkan bahwa jagad raya tidak mengembang. Namun para kosmologis tidak putus asa, mereka mengganggap bahwa di jagad raya ini pasti ada materi yang tidak terlihat (dark matter) yang membuat jagad raya lebih padat sehingga cocok dengan kenyataan bahwa jagad raya ini mengembang.

Kelihatannya ini terlalu dipaksakan, namun orang sudah melihat sedikit titik terang tentang keberadaan dark matter ini. Ada bermacam kandidat untuk dark matter ini diantaranya adalah : magnetik monopol (jika ada), black hole (jika banyak), neutrino (jika bermassa).Hal ini masih menjadi perdebatan sengit di kalangan ilmuwan.

Jika jagad raya ini mengembang, maka pada waktu lampau alam semesta ini sesungguhnya berasal dari satu pusat yang sangat padat. Pada suatu ketika pusat ini meledak dan mulai mengembang. Ledakan ini disebut “big bang”.

Sekarang mari kita hitung secara kasar kapan terjadinya big bang itu. Anggap bahwa jagad raya dari semenjak terjadinya big bang sampai mengembang, memiliki kecepatan yang tetap (percepatan nol). Jika jarak galaksi terjauh adalah r dan big bang terjadi pada waktu To dari sekarang, maka besarnya To dapat dicari dengan rumus Hubble sebagai berikut : v = Hor r = Hor To To = 1 Ho Perkiraan dari harga ini adalah sekitar 10 sampai 15 bilyun tahun.

Jika ide big bang ini benar, maka pada mulanya setelah terjadi ledakan suhu jagad raya mulai turun, lalu terbentuk hidrogen, helium dan atom-atom lain. Atom-atom ini kemudian bergabung menjadi materi yang disebut galaksi.

      3.  Teori Tumbukan

Kanan : gambaran artis tentang tumbukan komet dengan permukaan Bumi jika dilihat dari angkasa, yang menerbitkan gelombang pasang raksasa dan pijar api yang sangat besar (sumber : NASA.

Masih kita dengan peristiwa spektakuler pada 18 – 24 Juli 1994, ketika pecahan-pecahan komet Shoemaker Levy 9 menghantam permukaan Jupiter dan menerbitkan percikan bola api raksasa selama puluhan menit dengan diameter yang lebih besar dibanding diameter Bumi ? Dan, jangan kaget kalau peristiwa semacam ini pernah juga terjadi di Bumi kita jutaan tahun silam. Diduga, 60 juta tahun yang lalu, sebuah komet berdiameter 10 km menumbuk permukaan Bumi di semenanjung Yucatan, Amerika Selatan. Tumbukan ini menghasilkan kawah raksasa berdiameter sekurangnya 200 km dan diduga menerbitkan gelombang pasang ke seluruh dunia serta menyemburkan material ke atmosfer Bumi, menghalangi cahaya Matahari sehingga matilah 70 % kehidupan di muka Bumi. Inilah zaman ketika dinosaurus secara mendadak lenyap dari muka Bumi.

Namun, percayakah anda jika asal usul kehidupan diduga juga berawal dari proses tumbukan komet ke permukaan Bumi, milyaran tahun silam ? Empat milyar tahun silam, Bumi yang sedang berada dalam masa awal sejarahnya mengalami serangkaian bombardemen komet-komet dari antariksa. Para ilmuwan menamai periode ini sebagai Late Heavy Bombardement (LHB). Diduga, pada masa ini Bumi mendapatkan molekul-molekul organik yang penting dari komet-komet yang menumbuknya – yang diistilahkan dengan komet-komet kamikaze. Cukup menarik perhatian, saat ini telah dketahui 70 macam asam amino – batu bata penyusun protein – yang ditemukan pada meteorit-meteorit yang berserakan di permukaan Bumi. Dari 70 macam asam amino tersebut hanya 8 macam saja yang termasuk ke dalam 20 macam asam amino esensiil yang dibutuhkan manusia. Sebuah meteorit, yang dinamakan meteorit Murchison – ditemukan di Australia pada 1969 – diketahui mengandung asam aminobutirat dan valin.

Eksperimen Blank

Atas : inilah bagan peralatan yang digunakan dalam eksperimen Blank. Panah merah di sebelah kanan memperlihatkan arah gerak peluru-peluru soda berkeceatan tinggi, sementara tiga buah segitiga merah memperlihatkan pin-pin transduser untuk mengukur kecepatan peluru. Setelah tumbukan berlangsung, sampel terlempar ke tanki jebakan dan ditampung untuk dianalisis (sumber : Jennifer Blank, University California of Berkeley)

Gambaran bahwa asal usul kehidupan berawal dari langit memperoleh pondasi penguat setelah Jennifer Blank, seorang geokimia dari University of California melakukan sebuah eksperimen yang dibiayai bersama dengan NASA. Bekerja sama dengan koleganya di University of Chicago dan Los Alamos National Laboratory selama tiga tahun terakhir, Blank merancang sebuah simulasi yang menggambarkan tumbukan komet dan pengaruhnya terhadap polimerisasi asam amino. Blank menggunakan peluru dari soda padat yang dipacu pada kecepatan 1,6 km/detik sebagai model bagi komet. Sementara sebagai target digunakan lempengan stainless steel berdiameter 2 cm dengan ketebalan 0,5 cm. Dalam tanki target diciptakan kondisi dimana disemburkan tetes-tetes air yang mengandung lima macam asam amino : fenilalanin, prolin, lisin (merupakan anggota asam amino esensiil), asam aminobutirat dan valin (ditemukan pada meteorit Murchison).

Dalam eksperimen ini Blank mengatur suhu, tekanan ruang eksperimen dan selang waktu tembakan sebagai variabel. Selanjutnya untuk menganalisis produk eksperimen digunakan kromatografi cairan dan spektrometer massa di Laboratorium Argonne, Los Alamos. Dari sini didapatkan informasi tentang jenis dan konsentrasi molekul yang ada.

Cukup mengejutkan, Blank dan koleganya mendapatkan bahwa asam-asam amino yang ada di dalam tanki eksperimen, setelah mengalami tumbukan dengan peluru-peluru soda berkecepatan tinggi, menjalani proses polimerisasi membentuk peptida, dalam bentuk dipeptida, tripeptida dan tetrapeptida. Lebih lanjut lagi, rasio peptida yang terbentuk tergantung kepada suhu dan tekanan ruang eksperimen serta durasi penembakan.

Berkait dengan hasil eksperimen ini, Blank mengestimasikan bahwa asam-asam amino yang terbentuk di atmosfer Bumi – seperti yang dibuktikan oleh eksperimen Miller – mengalami polimeisasi membentuk peptida oleh tumbukan komet. Dan proses bombardemen komet yang berlangsung terus menerus menyebabkan polimerisasi berlangsung terus menerus pula, dimana peptida membentuk polipeptida (protein). Agar proses ini bisa berlangsung, seorang Benton Clark dari Lockheed Martin Astronautics di tahun 1988 menyarankan bahwa obyek yang menumbuk – baik komet maupun asteroid – haruslah cukup lambat sehingga air dan senyawa organik dapat bertahan dari pemecahan akibat tumbukan. Obyek semacam itu – yang umumnya berkecepatan 25 km/detik – harus datang dari ketinggian maksimal 25o dari horizon, sehingga akan cukup terlambatkan oleh gesekan dengan atmosfer. Clark mendapatkan penguatan dari pernyataan Eugene Shoemaker – pemburu komet paling fenomenal di abad lalu – yang menyatakan bahwa pada masa awal sejarah Bumi, beberapa persen komet dan asteroid yang menumbuk datang dari ketinggian yag rendah.   

Miller

Eksperimen Blank memang belum bisa menjawab bagaimana kehidupan muncul, terlebih yang baru dicapai hanyalah tahap polimerisasi asam amino menuju peptida dan protein. Namun, eksperimen semacam ini merupakan satu langkah maju yang sama nilainya dengan eksperimen Miller di tahun 1953 yang terkenal.

Kiri : perangkat eksperimen Miller – Urey. Air didihkan untuk membentuk uap air yang selanjutnya disalurkan ke ruang reaksi bersama-sama dengan uap amoniak, gas hidrogen dan metana. Elektroda-elektroda listrik dinyalakan secara periodik dalam ruang reaksi dan hasil reaksi diarahkan pada pipa yang lain untuk selanjutnya diembunkan dan dianalisis. Anda dapat menyaksikan animasi eksperimen ini di sini (Sumber : <a href=”AccesExcellence.Org).

Pada dekade 50-an, Harold Urey – penemu isotop Deuterium dan sekaligus peraih hadiah Nobel – mengemukakan bahwa molekul-molekul senyawa organik yang kompleks seperti asam amino dan gula dapat diproduksi di atmosfer Bumi purba dengan bantuan kilatan listrik. Di tahun 1953, Urey bersama Stanley Miller merancang perangkat eksperimen yang mencoba mengkondisikan atmosfer purba Bumi yang berlimpah dengan gas-gas metana, hidrogen, amoniak dan air. Dengan bantuan pijar listrik, keduanya mendapatkan bahwa eksperimen ini menghasilkan produk berupa campuran berbagai macam gula dan asam amino. Dengan eksperimen ini, muncullah teori bahwa kehidupan berawal dari atmosfer Bumi purba.

Namun kalangan astronomi memiliki teori tersendiri yang tak kalah menarik. Berdasarkan pengamatan, terdapat cukup banyak substansi kehidupan yang terkandung dalam awan-awan gas antar bintang ataupun debu-debu antar planet. Subsansi tersebut meliputi molekul-molekul sederhana – semacam air, metana, amoniak, hidrogen sianida dan alkohol (termasuk etil alkohol, bahan baku minuman keras) – hingga molekul-molekul kompelks. Hal ini dibuktikan lagi dengan enemuan sejumlah asam amino yang terdapat dalam meteorit. Diduga, meteorit ini merupakan sisa inti sebuah komet yang telah habis menguap.

Dalam eksperimen NASA

yang lain di laboratorium antariksa mini yang dibawa dengan pesawat ulang alik, didapatkan bahwa para ilmuwan NASA Austrobiology Institute berhasil merekayasa struktur organik mirip sel primitif (gambar kanan, sumber : NASA). Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kehidupan dimungkinkan berasal dari angkasa luar dan justru dibawa oleh komet-komet yang menumbuk permukaan Bumi di masa silam. “Sekitar satu komet yang datang ke Bumi selama periode satu tahun dengan sudut tumbukan yang kecil mampu memproduksi senyawa organik yang ekivalen dengan oksidasi atmosferik Miller-Urey yang berlangsung terus menerus selama setahun “, tambah Blank. Kemampuan asam-asam amino untuk bertahan, sebagaimana yang ditunjukkan dalam eksperimennya, semakin menguatkan idea di atas.