Berakhirnya Usaha & Sumber Daya Manusia Bagi Organisasi Kewirausahaan

A. Kepailitan

Banyak usaha baru berakhir dengan kepailitan. Kegagalan ini tentunya sangat menyakitkan bagi para wirausahawan dan terlalu sering bahwa kegagalan tersebut seharusnya bisa dihindari dengan perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor tertentu dalam operasi bisnis. Terdapat tiga alternative bagi badan usaha yang berada pada posisi mendekati kepailitan atau pada posisi tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Tiga altrnatif tersebut adalah:

  1. Likuidasi
  2. Reorganisasi
  3. Perpanjangan Waktu Pembayaran

LIKUIDITAS

Kasus kepailitan paling ekstrim adalah ketika wirausahawan  secara sukarela atau dengan berat hati harus melikuidasi semua aktiva usaha yang tidak bias dibebaskan.Jika wirausahawan mengisi petisi kepailitan secara sukarela,maka ventura usahawan tersebut dinyatakan pailit.Biasanya pengadilan akan meminta laporan pendapatan dan pengeluaran lancar.

REORGANISASI

Reorganisasi merupakan alternatif yang kurang ekstrim dari kepailitan.Dalam situasi ini pengadilan memberikan waktu dan ruang kepada usaha ventura untuk membayar hutang-hutangnya.Biasanya situasi ini terjadi karena usaha ventura mempunyai masalah dengan arus kas dan kreditor mulai menekan perusahaan dengan tuntutan hukum,dan lain-lain.Wirausaha merasa bahwa dengan adanya perpanjangan waktu,binis akan bias mempunyai solvabilitas dan likuiditas yang lebih tinggi untuk memenuhi kewajiban hutang-hutangnya.

Kreditor besar atau suatu pihak yang berkepentingan atau kelompok kreditor biasanya akan mengajukan kasus ini di depan pengadilan dan kemudian rencana reorganisasi akan dibuat untuk  menunjukan bagaimana bisnis akan berputar.Rencana ini akan membagi hutang dan kepemilikan kedalam dua kelompok,mereka yang akan dipengaruhi rencana dan mereka yang tidak.

Sekali rencana terselesaikan ia harus disetujui oleh pihak pengadilanPersetujuan rencana ini juga meminta bahwa semua kreditor dan pemilik setuju untuk tunduk dengan rencana reorganisasi eperti yang dikemukakan di depan pengadian.Keputusan yang dibuat dengan rencana reorganisasi biasanya mencerminkan satu atau gabungan dari hal-hal berikut ini :

  1. Perluasan
  2. Substitusi
  3. Penetapan penyelesaian Hutang

RENCANA PERPANJANGAN WAKTU PEMBAYARAN

Jika wirausahawan mempunyai pendapatan tetap,bias dimungkinkan untuk mengajukan perpanjangan waktu pembayaran selama hutang-hutang yang tidak di jamin kurang dari misalnya 10 juta dan hutang-hutangnya di jamin kurang dari 35 juta.Dengan ini wirausahawan membuat rencana pembayaran cicilan dari hutang yang belum dilunaskan.Jika disetujui oleh pengadilan,rencana tersebut mengukat kreditor bahkan jika mereka sebelumnya tidak menyetujui pembayaran secara menyicil.

Wirausahawan harus mengajukan kepada pengadilan  rencana yang pada dasarnya adalah anggaran pendapatan dimasa mendatang dari segi hutang-hutang yang belum dilunaskan.Rencana tersebut harus berisi pembayaran semua klaim yang mendapat prioritas.Dsamping itu rencana tersebut harus menguraikan berapa banyak yang harus dibayarkan sampai semua pembayaran bias terselesaikan.

Klaim yang harus dibayar menurut peringkat adalah sebagai berikut :

  1. Kreditor yang dijamin
  2. Pengeluaran administrative
  3. Klaim yang berasal dari operasi bisnis
  4. Klaim upah dan gaji karyawan
  5. Kontribusi pada tunjangan karyawan
  6. Klaim dari kreditor konsumen
  7. Pajak
  8. Kreditor Umum.

B.STRATEGI SELAMA REORGANISASI

Strategi Selama Reorganisasi Biasanya reorganisasi membutuhkan waktu. Selama periode ini, wirausahawan bisa membantu proses bergerak lebih cepat dengan berinisiatif membuat rencana-rencana, menjual rencana pada kreditor yang dijamin, komunikasi dengan kelompok kreditor,dan menghindari penulisan cek yang tidak ada dananya.

Kunci untuk memperbesar proses kepailitan adalah mengikuti kreditor tentang bagaimana bisnis dijalankan dan menekan arti penting dukungan kreditor selama proses.Perbaikan kredibilitas wirausahawan dengan kreditor akan membantu usaha ventura lepas dari kesulitan financial tanpa tanda-tanda adanya kegagalan.Mencoba bertemu dengan kelompok kreditor biasanya menimbulkan keributan dan niat jahat.

C.Mempetahankan Operasi Usaha

Setiap wirausahawan yang memulai usaha hendaknya memperhatikan  kesalahan dari orang lain.Terdapat persyaratan tertentu yang bias membantu mempertahankan operasi usaha baru dan mengurangi resiko kegagalan.

Faktor-faktor penting yang bisa mengurangi resiko kegagalan bisnis adalah sebagai berikut:

  1. Menghindari optimism yang berlebih-lebihan ketika bisnis menunjukkan keberhasilannya
  2. Senantiasa membuat rencana-rencana pemasaran yang baik dengan tujuan yang jelas.
  3. Membuat proyeksi arus kas yang baik dan menghindari kapitalisasi.
  4. Selalu berada didepan dalam pasar.
  5. Mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditekankan yang mungkin bisa menyebabkan perusahaan berada dalam bahaya.

D. Tanda-tanda Kepailitan

Wirausahawan hendaknya mengetahui tanda-tanda usaha dan lingkungan yang mungkin merupakan peringatan dini kesulitan. Sering wirausahawan tidak menyadari apa yang terjadi dan tidak mau menerima hal yang tidak bisa dihindarkan. Beberapa peringatan dini yang merupakan tanda-tanda kepailitan adalah sebagai berikut:

  1. Kelalaian dalam managemen keuangan
  2. Direktur tidak bisa mendokumentasikan dan menjelaskan transaksi-transaksi besar.
  3. Pelanggan diberikan potongan harga tinggi untuk mempercepat pembayaran karena arus kas yang buruk.
  4. Kontrak yang diterima dibawah jumlah standar untuk menghasilkan kas.
  5. Bank meminta pelunasan hutang-hutangnya.
  6. Orang-orang penting dalam perusahaan meninggalkan perusahaan.
  7. Kurangnya bahan mentah untuk memenuhi pesanan.
  8. Pajak upah dan gaji tidak dibayarkan
  9. Pemasok meminta pembayaran secara kontan.
  10. Meningkatnya keluhan pelanggan mengenai kualitas produk/jasa.

E.Suksesi Usaha

Banyak usaha baru akan dialihkan kepada anggota keluarga. Jika tidak ada anggota keluarga yang tertarik pada usaha tersebut, penting bagi wirausahawan untuk baik menjual usahanya atau melatih seseorang dalam organisasi untuk mengambil alih.

  1. Transfer kepada anggota keluarga.
  2. Transfer usaha kepada anggota bukan keluarga.

B.SUMBER DAYA MANUSIA BAGI ORGANISASI KEWIRAUSAHAAN

Definisi Sumber Daya Manusia
Ungkapan sumber daya manusia yang tepat menunjuk pada individu-individu dalam organisasi kerwirausahaan yang dapat memberikan kontribusi atau sumbangan yang berharga berupa peroduktivitas dari posisi yang mereka pegang untuk mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan. Tugas penyediaan sumber daya manusia yang semestinya adalah sangat penting bagi wiraswastawan. Produktivitas pada semua organisasi kewiraswastaan ditentukan oleh bagaimana sumber daya manusia berinteraksi dan bergabung untuk menggunakan sumber daya system manajemen. Faktor-faktor seperti latar belakang, umur, pengalaman yang berhubungan dengan jabatan, dan tingkat pendidikan formal kesemuanya mempunyai peranan di dalam menentukan tingkat ketepatan posisi individu-individu pada organisasi kewiraswastaan.

Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :

Untuk menyediakan sumber daya manusia yang tepat bagi organisasi kewirausahaan ketika berbagai posisi menjadi terbuka atau lowong,manajer hendaknya mengikuti empat langkah yang berurutan berikut ini :

  1. Perekrutan karyawan

Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.

  1. Seleksi calon karyawan

Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia

untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relative sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.

  1. Pelatihan karyawan

Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.

  1. Penilaian hasil kerja

Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.

 SUMBER DARI SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber dari dalam organisasi :

a        Karier

Karir pekerjaan dari seorang karyawannya yang begitu meningkat, memungkinkan karyawan tersebut akan mengisi posisi yang kosong.

b       Promosi jabatan, promosi dari dalam biasanya mempunyai keuntungan,yaitu :

  1. Membangun moral
  2. Mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras dengan harapan akan mendapatkan promosi.
  3. Membuat individu cendrung tinggal dengan organisasi kewiraswastaan tertentu karena kemungkinan promosi di masa depan.

c        Rotasi jabatan
Rotasi jabatan bisa dilakukan apabila itu diperlukan untuk kepentingan perusahaan.

Sumber dari luar organisasi :

a        Para pesaing

Satu sumber eksternal sumber daya manusia yang umumnya terbuka adalah organisasi kewiraswastaan pesaing. Karena terdapat beberapa keuntungan membajak sumber daya manusia dari pesaing, tipe pembajakan ini telah menjadi praktek yang umum.
Diantara keuntungan-keuntungannya adalah: (1) pesaing akan harus membayar pelatihan individu sampai saat penyewaan, (2) organisasi kewiraswastaan pesaing mungkin akan agak diperlemah dengan kehilangan individu, dan (3) sekali disewa, individu menjadi sumber informasi yang berharga mengenai bagaimana cara terbaik bersaing dengan bekas organisasinya

b        Badan/agen penempatan kerja

Suatu agen penempatan kerja adalah suatu organisasi yang mengkhususkan diri di dalam menyesuaikan individu dengan organisasi. Agen-agen tersebut membantu orang-orang untuk menemukan pekerjaan dan organisasi yang memerlukan tenaga kerja.

c          Lembaga pendidikan, beberapa wiraswastawan pergi secara langsung ke perguruan tinggi untuk mewawancarai mahasiswa-mahasiswa yang mendekati kelulusan. Sekolah bisnis, sekolah teknik, sekolah seni, dan lain-lain mempunyai sumber daya manusia yang agak berbeda untuk ditawarkan. Usaha penarikan tenaga kerja hendaknya dipusatkan pada sekolah-sekolah dengan kemungkinan tertinggi untuk menyediakan sumber daya manusia semestinya bagi posisi lowong.

d        Mass media informasi

Mungkin sumber tenaga kerja manusia yang potensial yang paling luas adalah pembaca dari publikasi-publikasi tertentu.Untuk bisa menemukan sumber ini, wiraswastawan bisa memasang iklan pada media masa. Iklan tersebut hendaknya menguraikan posisi yang lowong secara mendetail dan mengumumkan bahwa organisasi kewiraswastaan menerima lamaran dari individu yang memiliki kualifikasi. Tipe posisi yang hendak diisi menentukan tipe publikasidi mana suatu iklan hendak dipasang.

Sumber :

http://lunibuk.com/home.php?action=list&dir=PUSTAKA/BISNIS.DAN.FINANSIAL/KEWIRAUSAHAAN&order=name&srt=yes&nama=PUSTAKA/BISNIS.DAN.FINANSIAL/KEWIRAUSAHAAN/bab9.sumber.daya.manusia.bagi.organisasi.kewirausahaan.pdf.swf&cekd=ok&link=&namafile=bab9.sumber.daya.manusia.bagi.organisasi.kewirausahaan.pdf

Iklan
Komentar Dinonaktifkan pada Berakhirnya Usaha & Sumber Daya Manusia Bagi Organisasi Kewirausahaan Posted in Pengantar Basis Data

Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN

Istilah Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis yang secara harfiah di terjemahkan sebagai “perantara”.Pada Abad pertengahan istilah ini digunakan untuk menjelaskan orang-orang yang menangani proyekproduksi berskala besar.

Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.

See More>>>>> About “Kewirausahaan”

OR SEE THIS…

 

RANCANGAN DATABASE DAN STRATEGI PENYELESAIANNYA UNTUK SINKRONISASI DATA

PENDAHULUAN

Aktifitas perancangan database bukanlah perkara yang mudah dilakukan karena harus mempertimbangkan banyak aspek terkait. Pengembang sistem biasanya merancang dan menggunakan kode-kode data dalam rancangan database-nya. Penggunaan kode data tersebut memiliki beberapa alasan, antara lain untuk:

  1. Efisiensi memori
  2. Memudahkan pertukaran data antar unit
  3. Mengurangi jumlah redundansi data
  4. Meningkatkan akurasi data
  5. Fleksibilitas data
  6. Konsistensi item data

Di samping perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan penggunaan DBMS, perbedaan kode data dalam rancangan database pada umumnya terjadi dalam tiga hal, yaitu:

  1. Tipe data.
  2. ukuran data.
  3. Domain data.

Menurut James Martin (1975),aktivitas perancangan database sebagai salah satu tahapan dalam proyek pengembangan sistem informasi diharapkan mampu menghasilkan sebuah rancangan struktur database terbaik, yaitu memenuhi enam kriteria database processing berikut:

  1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
  2. Dapat digunakan oleh pemakai yang berbeda-beda atau beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah database.
  3. Data dalam database dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
  4. Data yang ada dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah.
  5. Data dapat digunakan dengan cara yang berbeda-beda.
  6. Data redundancy minimal.

Pendekatan pengembangan database secara klasik dapat dilakukan dengan
menggunakan DFD dan ER_D.Hasil rancangan database dapat dikatakan mencapai hasil yang optimal jika mampu memenuhi lima kriteria, yaitu:

  1. Memiliki struktur record yang konsisten secara logik.
  2. Memiliki struktur record yang mudah untuk dimengerti.
  3. Memiliki struktur record yang sederhana dalam pemeliharaan
  4. Memiliki struktur record yang mudah untuk ditampilkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
  5. Kerangkapan data minimal.

Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pengembang saat
melakukan perancangan database adalah:

  1. Tidak mempersiapkan rancangan yang dapat digunakan pada perkembangan sistem di masa mendatang.
  2. Pembuatan relasi yang salah.
  3. Pembuatan relasi yang redundansi.
  4. Adanya redundansi data.
  5. Kesalahan pemilihan primary key untuk suatu tabel.
  6. Kesalahan pemilihan tipe data.

Salah satu permasalahan rancangan database yang dihadapi oleh berbagai instansi pemerintah daerah saat ini adalah terkait dengan aspek interoperabilitas data dalam database. Permasalahan muncul karena database dikembangkan dalam format dan lokasi yang terpisah, dikembangkan oleh pengembang yang berbeda, pada waktu yang berbeda, untuk sistem yang berbeda, sehingga hasil rancangan database menjadi bervariasi dan tidak terintegras.Pada sisi yang lain, perkembangan kebutuhan data atau informasi yang bersifat multisektoral saat ini semakin dibutuhkan, karena memang banyak urusan yang bersifat multisektoral. Kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi oleh satu sumber informasi saja, sehingga diperlukan komposisi dari banyak sumber data. Pemenuhan kebutuhan data dan informasi multisektor perlu ditangani secara komprehensif, baik pada aspek teknis maupun tataran kebijakan.

Dalam konteks implementasi e-Gov di Indonesia, pengaturan aspek teknis memiliki tujuan agar mekanisme pertukaran data mencapai tingkat interoperabilitas yang tinggi, sehingga transfer data dari sumber ke tujuan dapat dilakukan tanpa mempedulikan heterogenitas platform perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan. Pada tataran kebijakan, protokol pertukaran data perlu disusun untuk menjamin tingkat interoperabilitas yang tinggi.Secara teknis, persoalan interoperabilitas di atas heterogenitas aplikasi telah dapat diselesaikan menggunakan teknologi XML (eXtensible Markup Language). XML adalah sebuah format dokumen yang mampu menjelaskan struktur dan semantik (makna) dari data yang dikandung oleh dokumen tersebut.

XML digunakan oleh web services sebagai format dokumen dalam pertukaran data antar aplikasi. Karena XML merupakan suatu format dokumen yang berbasis teks, maka web services memungkinkan berlangsungnya komunikasi antar aplikasi yang berbeda dengan platform yang berbeda pula. Web services dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis platform dengan menggunakan bahasa pemrograman apa pun.XML telah menjadi standar de-facto pertukaran data antar aplikasi. Spesifikasi format XML telah distandarkan menjadi referensi yang sama bagi setiap aplikasi yang memerlukan. Kebijakan penyeragaman format dan mekanisme pertukaran data antar instansi juga diperlukan untuk mengatasi isu-isu terkait dengan interoperabilitas antar sistem, seperti keamanan dan integritas data, pembagian kewenangan, dan masalah legaL.

Penggunaan kode data merupakan bagian dari upaya optimalisasi rancangan
database. Alasan utama penggunaan kode data dalam rancangan database adalah untuk efisiensi memori, mencirikan nilai item data tertentu, dan memudahkan pengelolaan data. Kode data perlu dirancang sekaligus pada saat perancangan database dan didokumentasikan dengan jelas. Dengan menggunakan kode data, maka proses validasi dan kontrol terhadap nilai-nilai item data dapat dilakukan secara terprogram. Dalam beberapa kasus, kode data hanya digunakan dalam internal sistem, tidak perlu ditampilkan kepada para pengguna database. Kode dapat berupa kumpulan angka, huruf dan karakter khusus.

Penggunaan kode data bertujuan untuk :

  1. Mewakili sejumlah informasi yang  kompleks.
  2. Mengidentifikasi data secara unik.
  3. Meringkas atau menyederhanakan data.
  4. Melakukan klasifikasi data.
  5. Menyampaikan makna tertentu untuk pemrosesan berikutnya.

Jenis kode data dapat dikelompokan sebagai (Ladjamudin, 2005):

  1. Kode sekuensial, yaitu kode yang dirancang dengan mengasosiasikan data dengan kode terurut (biasanya berupa bilangan asli atau abjad). Keunggulan pengkodean sekuensial adalah memudahkan pengecekan apabila terjadi kesalahan pengkodean karena pengecekan terjadinya kesalahan bisa dilakukan secara terprogram, selain itu juga memudahkan proses pengurutan data. Kelemahan pengkodean sekuensial adalah kode yang diberikan sebenarnya tidak membawa kandungan informasi di dalamnya dan tidak menjelaskan apa-apa tentang atributnya. Penyisipan item data baru pada titik tengah juga memerlukan penomoran kembali item-item data.
  2. Kode blok, yaitu kode yang dirancang dengan cara menyatakannya dalam format tertentu. Keunggulan penggunaan kode blok adalah memungkinkan penyisipan kode baru dalam satu blok tanpa harus mengorganisasikan kembali seluruh struktur kode. Semakin banyak digit dalam range kode, semakin banyak pula item data yang dapat ditempatkan dalam kode blok. Kelemahan penggunaan kode blok seperti halnya dengan kode sekuensial, kandungan informasi dari kode blok blok tidak langsung diketahui sebelum dicocokkan dengan daftar arti dari kode blok.
  3. Kode mnemonik, yaitu kode yang dirancang berdasarkan akronim atau singkatan dari data yang ingin dikodekan. Keunggulan penggunaan kode mnemonik adalah memiliki informasi tingkat tinggi tentang item data yang diwakilinya, sehingga mudah untuk diingat. Kelemahan dari kode mnemonik biasanya adalah memiliki range yang terbatas dalam mewakili item-item data pada kelompoknya.

Kode data berdasarkan pembentukannya dibedakan sebagai (Ladjamudin, 2005):

  1. Kode eksternal (user defined code), adalah kode yang disusun oleh pemakai awam (end user) untuk mewakili kode-kode yang telah lazim digunakan secara terbuka dan telah dikenal baik oleh para pengguna. Kode eksternal umumnya telah digunakan dalam catatan manual sehari-hari dan dapat diadobsi secara langsung dalam rancangan database, misal NIM, NIK, NIP, dan lainnya.
  2. Kode internal (system coding), merupakan kode-kode baru yang disusun oleh perancang database, dan umumnya digunakan sebagai kode untuk kunci relasi. Rancangan kode internal harus diupayakan agar mudah dipahami oleh para pengguna. Contoh kode internal adalah kode_propinsi, kode_kabupaten, kode_kecamatan, di mana dalam kehidupan sehari-hari jarang digunakan kode untuk ketiganya.

Contoh Penggunaan Kode dan Data

Untuk menggambarkan beberapa permasalahan yang menjadi alasan pentingnya standarisasi kode data dalam rancangan database, uraian berikut menunjukkan beberapa contoh kasus terkait dengan penggunaan kode data dalam rancangan database.

  • Kode dan data jenis kelamin

Jenis kelamin merupakan item data terkait dengan identitas yang dapat dipastikan selalu digunakan dalam identitas seseorang, seperti data siswa, mahasiswa, dosen, pegawai, karyawan, anggota, pasien, dan lainnya. Jenis kelamin sering dikodekan sebagai “P” dan “W” untuk menyatakan pria dan wanita, atau “L” dan “P” untuk mengkodekan laki-laki dan perempuan, ada juga yang menggunakan kode “1” dan “0”, atau bahkan sekalipun tidak lazim ada juga yang menggunakan “True” dan “False” dengan default “True” yang diartikan sebagai jenis kelamin laki-laki, atau “1” untuk menyatakan laki-laki dan “2” untuk kode perempuan. Dengan demikian, jika ada kode data “P” maknanya bisa jadi akan berbeda jika berada dalam sistem yang berbeda.

  • Kode dan data jenjang pendidikan

Hampir sama dengan data jenis kelamin, kode dan data jenjang pendidikan banyak digunakan dalam identitas seseorang, seperti identitas siswa, mahasiswa, guru, dosen, karyawan, pegawai, dan lainnya. Mengacu pada Dokumen Kamus Data Pendidikan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) Dirjen Dikti Kemdiknas (2011), kode dan data jenjang pendidikan adalah sebagai berikut:

Jenjang_pendidikan Numeric[Auto Increment]
Keterangan:
1 = S3            4 = D4           7 = D1
2 = S2           5 = D3           11 = non akademik
3 = S1           6 = D2

Mengacu pada Kepmenkes No. 844 Tahun 2006), kode dan data jenjang pendidikan adalah sebagai berikut:

Jenjang_pendidikan Numeric [Auto Increment]
Keterangan:
01 = SD                06 = D3                                11 = D3/A3                       16 = S2
02 = SMP            07 = Sarjana Muda         12 = D4                               17 =S3
03 = SMA            08 = D3/A2                       13 = S1
04 = D1                 09 = Akademi                  14 = A4
05 = D1/A1         10 = D3                               15 = Spesialis 1/2/AV

Mengacu pada Keputusan Gubernur DIY No. 3 Tahun 2005, kode dan data jenjang pendidikan adalah sebagai berikut:

Jenjang_pendidikan Char[1]
Keterangan:
1 = Tidak sekolah         4 = SLTA/sederajat                    7 = Pascasarjana
2 = SD/sederajat          5 = Akademi/PT
3 = SLTP/sederajat     6 = Universitas

Dengan demikian, jika ada kode data jenjang pendidikan “1” maknanya akan
berbeda jika berada dalam sistem yang berbeda, bisa berarti “S3”, “SD”, atau “tidak sekolah”.

  • Kode dan data wilayah

Mirip dengan data jenis kelamin, kode dan data wilayah juga merupakan item data yang penting dan digunakan dalam identitas seseorang, bahkan lebih luas karena juga digunakan untuk identitas perusahaan, lembaga, dan lainnya. Mengacu pada Permendagri No. 66 Tahun 2011, kode dan data wilayah dalam dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dikembangkan oleh Kemendagri dikodekan sebagai berikut:

Kode propinsi Char[2]
Kode Kabupaten/Kota Char[2]
Kode Kecamatan Char[2]

Contoh penggunaan kode wilayah dalam SIAK adalah sebagai berikut:
34 = kode wilayah Propinsi DIY
01 = kode wilayah Kabupaten Kulon Progo
01 = kode wilayah Kecamatan Temon

Untuk mengkodekan wilayah Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi DIY dinyatakan sebagai “340101”. Mengacu pada UU No. 52 Tahun 2009, Nomor Induk Kependudukan (NIK) penduduk dikodekan 16 digit dengan format berikut:

AABBCCDDEEFFGGGG
Keterangan:
AA (1‐2): kode propinsi NIK diterbitkan
BB (3‐4): kode kabupaten/kota NIK diterbitkan.Angka 70 menandakan nama “kota”
CC (5‐6): kode kecamatan NIK diterbitkan
DD (7‐8): tanggal lahir. Jika perempuan, tanggalnya ditambah 40.
EE (9‐10): bulan lahir
FF( 11‐12): dua angka terakhir tahun lahir.
GGGG (13‐16):nomor urut 0001‐9999, berurutan sesuai dengan12 angka sebelumnya.

Sementara itu, jika mengacu pada Kepmenkes No. 844 Tahun 2006, kode wilayah adalah sebagai berikut:

Kode propinsi Char[2]
Kode Kabupaten/Kota Char[2]
Kode Kecamatan Char[2]
Kode Desa Char[3]

Dibandingkan dengan kode dan data wilayah dalam SIAK dan e-KTP, perbedaan
kode wilayah terjadi pada penetapan kode desa. Mengacu pada Dokumen Kamus Data Pendidikan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) Dirjen Dikti Kemdiknas (2011), kode dan data wilayah adalah sebagai berikut:

Kode propinsi Numeric[Autoincrement]
Kode Kabupaten/Kota Numeric[Autoincrement]

Perbedaan kode dan data wilayah terjadi pada tipe dan ukuran data.Penggunaan tipe data numerik untuk kode propinsi dan kode kabupaten tidak lazim digunakan untuk item data yang tidak akan dioperasikan secara aritmatika, di samping itu penggunaan autoincrement menunjukkan indikasi hanya untuk memudahkan proses pemrograman saja. Mengacu pada Keputusan Gubernur DIY No. 3 Tahun 2005, kode dan data wilayah adalah sebagai berikut:

Kode propinsi Char[2]
Kode Kabupaten/Kota Char[2]
Kode Kecamatan Char[2]

Dibandingkan dengan kode dan data wilayah dalam SIAK dan e-KTP, perbedaan
kode wilayah terjadi pada penetapan kode wilayah, yaitu:

12 = kode wilayah Propinsi DIY
04 = kode wilayah Kabupaten Kulon Progo
02 = kode wilayah Kecamatan Temon

Sehingga untuk mengkodekan wilayah Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi DIY dinyatakan sebagai “120402000” dimana 3 digit terakhir menyatakan urutan desa dalam masing-masing kecamatan.

  • Kode dan data lainnya

Di samping perbedaan penggunaan kode dan data dalam contoh-contoh di atas, ada beberapa contoh lain perbedaan kode dan data yang berpotensi menimbulkan problem, di antaranya terjadi dalam penggunaan kode dan data pada Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dengan format NIDN Char[10], Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dikodekan dengan format NPSN Char[10], Nomor Indukn Siswa Nasional (NPSN) dikodekan dengan format NISN Char[10], Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dikodekan dengan format NUPTK Char[9].

Sumber :

  • E Sutanta, R Wardoyo – ie.akprind.ac.id
Komentar Dinonaktifkan pada RANCANGAN DATABASE DAN STRATEGI PENYELESAIANNYA UNTUK SINKRONISASI DATA Posted in Pengantar Basis Data

MODEL INTEGRASI RAGAM SISTEM INFORMASI EGOV DENGAN MEMANFAATKAN DATABASE KEPENDUDUKAN NASIONAL

Pendahuluan

Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diyakini oleh banyak pihak sebagai salah satu hasil karya cipta teknologi penting yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Hingga saat ini, sudah banyak upaya pemanfaatan TIK yang dilakukan oleh perseorangan, instansi pemerintah/swasta, yaitu dengan mengembangkan sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information Systems/CBIS), baik pada ukuran sistem yang kecil dan terbatas pada sebuah instansi, lingkup nasional, lingkup regional, bahkan internasional/global. CBIS menerima input berupa data-data, mengolah data-data input, dan kemudian menghasilkan keluaran berupa informasi yang ditampilkan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya.

Data-data yang diolah dalam CBIS disimpan dalam media penyimpan sekunder dengan cara-cara tertentu sehingga mudah untuk digunakan dan ditampilkan kembali, yang dikenal sebagai database. Dengan demikian, setiap pengembangan CBIS akan selalu dilengkapi dengan suatu database. Sekalipun telah diupayakan secara maksimal untuk membuat rancangan database yang memenuhi kriteria. Pengolahan secara database (database processing), namun rancangan database yang dikembangkan oleh perancang CBIS selama ini tetap saja bersifat sektoral sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ditetapkan pada masing-masing CBIS. Pada umumnya, sebagian besar CBIS melibatkan database yang terkait dengan identitas penduduk, misal kepemilikan harta benda, pendidikan penduduk, kesehatan penduduk, kepemilikan berbagai macam surat ijin, layanan pelanggan listrik, layanan pelanggan air minum, pembayaran pajak, perbankan, dan masih banyak lagi.

Permasalahan yang dihadapi adalah rancangan database yang dikembangkan dalam banyak CBIS selama ini banyak mengalami redudansi data identitas penduduk, sangat jarang yang “mau” berbagi dengann di antara pemilik sistem informasi, sehingga memunculkan banyak versi database identitas penduduk. Hal ini akan menjadi potensi terjadinya inkonsistensi data identitas penduduk. Inkonsistensi data akan mengakibatkan munculnya banyak versi hasil pengolahan data.

Konsep Penting Tentang Database

Sudah sejak sangat lama, James Martin (1975) menyatakan bahwa suatu database mempunyai enam kriteria penting yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Berorientasi pada data (data oriented) dan bukan berorientasi pada program (program oriented) yang akan menggunakannya.
  2. Dapat digunakan oleh banyak pengguna atau program aplikasi tanpa perlu mengubah database.
  3. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya
  4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem baru secara mudah
  5. Dapat digunakan dengan cara yang berbeda-beda
  6. Kerangkapan data (data redundancy) dalam database minimal

Sementara itu, Abraham Silberschatz, Henry F. Korth, dan S. Sudarshan (2001) menyatakan bahwa penggunaan sistem file untuk penyimpanan data memiliki kelemahan yang terkait dengan permasalahan berikut :

  1. Kerangkapan data dan inkonsistensi, yaitu format file yng berbeda-beda dan duplikasi data dalam file-file yang berbeda akan memerlukan penulisan program baru untuk memenuhi setiap tugas baru.
  2. Isolasi data, dapat terjadi akibat penggunaan banyak file dengan format yang berbeda-beda.
  3. Permasalahan integritas, dimana batasan-batasan integritas yang menjadi bagian kode program akan menimbulkan kesulitan saat penambahan atau perubahan batasan integritas.
  4. Atomisitas pada proses update, bahwa kesalahan data dalam database dapat terjadi akibat status update yang tidak konsisten atau tidak lengkap.
  5. Permasalahan akibat akses bersama oleh banyak pengguna, dimana akses bersama diperlukan untuk peningkatan kinerja namun akses bersamaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan inkonsistensi data
  6. Permasalahan keamanan data
J. L. Whitten & L. D. Bentley (1998)

J. L. Whitten & L. D. Bentley (1998)

Menurut J. L. Whitten & L. D. Bentley (1998), perancangan database untuk CBIS berbeda dengan perancangan database konvensional. Dalam perancangan database konvensional file-file dibuat untuk masing-masing aplikasi, sedangkan dalam konsep database sistem-sistem aplikasi dibuat dengan memanfaatkan sebuah database. Gambaran perbedaan antara file konvensional dan database ditunjukkan oleh gambar berikut ini :

database 1

Penyusunan database dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan pada saat pengolahan data.

Menurut CJ. Date (1995), pengelolaan data dengan pendekatan database akan memberikan keuntungan berikut:

  1. Kerangkapan data dapat diminimalkan. Jika file-file database dalam program aplikasi diciptakan oleh perancang yang berbeda dengan selang waktu lama, beberapa bagian data seringkali mengalami kerangkapan.
  2. Inkonsistensi data dapat dihindari. Database yang bebas dari kerangkapan data akan terhindar dari munculnya data-data yang tidak konsisten.
  3. Data dalam database dapat digunakan bersama (multiuser). Dalam rangka meningkatkan kinerja sistem dan untuk memperoleh waktu respon yang cepat, beberapa sistem mengijinkan banyak pengguna untuk dapat meng-update data secara simultan. Salah satu alasan penyusunan database adalah karena nantinya data tersebut akan digunakan oleh banyak pengguna atau program aplikasi yang berbeda secara bersama.
  4. Standarisasi data dapat dilakukan. Definisi file database di dalam kamus data memungkinkan untuk menerapkan standarisasi data dalam database.
  5. Pembatasan untuk keamanan data dapat diterapkan. Batasan akses data dalam database dapat diatur sehingga hanya pengguna tertentu yang mempunyai wewenang saja yang dapat mengaksesnya
  6. Integritas data dapat terpelihara. Integritas berhubungan dengan kinerja sistem agar dapat melakukan kendali/kontrol pada semua bagian sistem sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian penuh. Integritas data berhubungan dengan pengendalian sistem yang dirancang agar sistem tersebut dapat beroperasi sesuai batasan dan aturan yang ditetapkan.
  7. Perbedaan kebutuhan data dapat diseimbangkan. Setiap pengguna dalam sistem memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Penyusunan database yang benar akan menyeimbangkan perbedaan-perbedaan kebutuhan tersebut, karena pengguna akan menggunakan database yang sama.

Menurut Kamran Parsaye, Mark Chignell, Setrag Khoshafian, dan Harry Wong (1989) penggunaan database akan memberikan keuntungan berupa:

  1. Akses bersama data untuk pengguna-pengguna yang berbeda.
  2. Keamanan data.
  3. Meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam update untuk pemelihaan data.

Sedangkan Raymond McLeod Jr. dan George Schell (2001) mengungkapkan bahwa pengembangan database akan memberikan lima keuntungan yaitu:

  1. Mengurangi kerangkapan data.
  2. Menghindari ketergantungan data.
  3. Memungkinkan integrasi data.
  4. Pemanggilan data dan informasi lebih cepat.
  5. Meningkatkan keamanan data.

Sumber :

  • E Sutanta, R Wardoyo, K Mustofa, E Winarko – ie.akprind.ac.id
Komentar Dinonaktifkan pada MODEL INTEGRASI RAGAM SISTEM INFORMASI EGOV DENGAN MEMANFAATKAN DATABASE KEPENDUDUKAN NASIONAL Posted in Pengantar Basis Data

Model EDR

Konsep Dasar Model Entity Relationship

Model Entity Relationship diperkenalkan pertama kali oleh P.P. Chen  pada tahun 1976.  Model ini dirancang untuk menggambarkan persepsi dari
pemakai  dan berisi obyek-obyek dasar yang disebut entity dan hubungan antar entity-entity tersebut yang disebut relationship. Pada model ER ini semesta data yang ada dalam dunia nyata ditransformasikan  dengan memanfaatkan perangkat konseptual menjadik sebuah diagram, yaitu diagram ER ( Entity Relationship). Diagram Entity-Relationship melengkapi penggambaran grafik dari struktur logika .  Dengan kata lain Diagram E-R menggambarkan arti dari aspek data seperti bagaimana entity-entity,  atribut-atribut dan relationship-relationship disajikan. Sebelum membuat Diagram E-R , tentunya kita harus memahami betul data yang diperlukan  dan ruang lingkupnya. Di dalam pembuatan diagram E-R
perlu diperhatikan penentuan sesuatu  konsep apakah merupakan suatu  entity, atribut atau relationship.

Tipe Entity

Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dengan yang lain dalam dunia nyata. Entity dapat berupa obyek  secara fisik seperti orang, rumah,  atau kendaraan.  Entity dapat pula berupa obyek secara konsep seperti pekerjaan, perusahaan, dan sebagainya.

Tipe entity  merupakan  sekumpulan obyek dalam dunia nyata  yang mempunyai properti yang sama atau berasal dari entity yang sejenis. Terdapat dua tipe Entity, Entity Kuat dan Entity Lemah. Entity kuat adalah entity yang keberadaanya tidak tergantung pada entity lain, misalkan tipe entity pegawai atau cabang. Sedangkan Entity Lemah keberadaanya tergantung pada entity lain, misalkan tipe entity tanggungan, dimana keberadaannya tergantung dari pegawai.  Entity disajikan dalam bentuk persegi panjang, entity kuat disajikan dengan perseg panjang dengan satu garis, sedangkan entity lemah disajikan dengan persegi panjang dobel .

ATRIBUT

Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Nilai Atribut  merupakan suatu data aktual atau informasi yang disimpan  pada suatu  atribut di dalam suatu entity atau relationship. Atribut digambarkan dalam bentuk oval.

Jenis-jenis atribut :

  • Key

Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.

  • Atribut Simple

Atribut yang bernilai tunggal.

  • Atribut Multivalue

Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity.

  • Atribut Composite
    Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang
    mempunyai arti tertentu.

  • Atribut Derivatif

Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.

Relationship

Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity. Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.

Derajat  dari  relationship
Derajat dari relationshp menjelaskan jumlah entity yang  berpartisipasi dalam suatu relationship. Terdapat tiga jenis derajat dari relationship, unary degree (derajat satu), binary degree (derajat dua)  dan ternary  degree (derajat tiga).

Unary Degree (Derajat Satu)

Binary Degree (Derajat  Dua)

Ternary Degree (Derajat Tiga)

Cardinality Ratio Constraint

Cardinality ratio contraint merupakan menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu  entity dengan entity lainnya. Terdapat tiga Jenis cardinality ratio contraints, satu pada satu (1:1), satu pada banyak (1:N/ N:1) dan banyak pada banyak (M:N).

Participation Constraint

Participation constraint merupakan batasan yang menjelaskan apakah keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya  dengan  entity lain.Terdapat 2 macam participation constraint , total participation contraints dan partial participation constraints.

  • Total Participation

Keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan  entity lain.

  • Partial Participation

Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya  dengan  entity lain.

  • Weak  entity

Weak Entity adalah suatu Entity  dimana  keberadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entity lain. Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan relationshipnya disebut Identifying Relationship. Weak Entity selalu mempunyai Total Participation constraint dengan Identifying Owner.

Transformasi dari ERD ke Database Relasional

  •  Setiap tipe Entity  dibuat suatu relasi yang memuat semua atribut simple, sedangkan untuk atribut composite  hanya dimuat komponen-komponennya saja.

  • Setiap relasi yang  mempunyai  atribut multivalue, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan  gabungan dari Primary Key dari relasi tersebut dengan atribut multivalue.

LOKPR (NOPRO, LOKASI)

  • Setiap Unary Relationship 1:N, pada relasi perlu ditambahkan suatu foreign key   yang menunjuk ke nilai  primary keynya.

  • Setiap  Unary  Relationship   M:N,  buatlah  relasi   baru     dimana  primary keynya  merupakan gabungan dari dua atribut dimana  keduanya  menunjuk  ke primary key relasi awal dengan penamaan yang berbeda.

  • Setiap Binary Relationship  1:1, dimana Participation Constraint keduanya total, buatlah suatu relasi gabungan dimana Primary Keynya dapat dipilih salah satu.

  • Setiap Binary Relationship 1:1 dan salah satu Participation Constraintnya Total, maka Primary Key pada relasi yang Participation Constraintnya Partial menjadi Foreign Key pada relasi yang lainnya.

  • Setiap Binary Relationship 1:1, dimana kedua  Participation Constraintnya partial, maka selain kedua relasi perlu dibuat  relasi baru yang berisi Primary Key  gabungan dari Primary Key kedua tipe Entity yang berelasi.

  • Setiap Binary Relationship 1 : N, dimana tipe Entity  yang bersisi N mempunyai  Participation Constraint Total, maka Primary Key pada relasi yang bersisi 1 dijadikan Foreign Key  pada relasi yang bersisi N.

  • Setiap Binary Relationship 1 : N, dimana tipe Entity  yang bersisi N mempunyai Participation Constraint partial, buatlah relasi baru dimana Primary Keynya merupakan  gabungan dari Primary Key kedua tipe Entity yang berelasi.

  • Setiap Ternary Relationship, buatlah  relasi baru dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key ketiga tipe Entity yang berelasi.

  • Setiap tipe Weak Entity, dibuat suatu relasi yang memuat semua atributnya dimana Primary Keynya adalah gabungan dari Partial Key dan Primary Key dari relasi induknya (identifying owner).

Hasil Transformasi dari  Diagram ER ke database relasional :

Skema Database

PEGAWAI         (NOPEG, NAPEG, ALM1, KDPOS,TGLLAH,
UMUR,  SUPERVISOR-ID, NOBAG)

BAGIAN              (NOBAG, NABAG, LOKASI, MANAGER)

PROYEK             (NOPRO, NAPRO, NOBAG)

LOKPR                (NOPRO, LOKAPR)

PEKERJAAN      (NOPEG, NOPRO, JAM)

TANGGUNGAN (NOPEG, NAMA, JNKELT,HUBUNGAN)

Sumber: http://metty.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13665/SI+ERD+bar.pdf

Overview RDBMS (DB2 dan ORACLE)

  RDBMS

adalah singkatan dari  “Relational Database Management System”. Data RDBMS disimpan dalam objek database yang disebut tabel. Tabel adalah tempat penyimpanan utama pada setiap RDBMS dan pada dasarnya mereka adalah koleksi entri data terkait. Sebagai contoh tabel yang disebut Users mungkin menyimpan informasi tentang banyak orang, dan setiap entri dalam tabel ini akan mewakili satu pengguna yang unik. Meskipun semua entri pengguna dalam tabel Pengguna yang unik, mereka terkait dalam arti bahwa mereka menggambarkan objek serupa.

Setiap tabel database terdiri dari kolom dan baris. Setiap kolom tabel mendefinisikan tipe data yang disimpan di dalamnya, dan tipe data ini berlaku untuk semua baris dalam tabel ini. Sebuah baris tabel adalah kumpulan data memiliki 1 entri untuk setiap kolom dalam tabel ini (setiap baris ini disebut dengan satu record).

RDBMS menyimpan data ke dalam kelompok tabel , yang mungkin ya atau mungkin tidak setip tabel terkait pada bagian fieldnya (field adalah satu kolom dalam tabel). RDBMS juga menyediakan operator relasional untuk memasukkan atau meng-update maupun menghapus informasi yang disimpan ke dalam tabel database.

MS SQL Server, DB2, Oracle dan MySQL semua itu adalah Relational Database Management System (RDBMS).

DB2 adalah software yang mempunyai sejarah yang cukup lama, dan  merupakan database pertama yang menggunakan SQL. Nama DB2 diberikan diberikan pada Database Mangement System (DBMS)  ketika IBM melepaskan SQL/DS. Software database ini juga telah mengadopsi relational mode yang merupakan ide DrF.Codd yang merupakan pegawai IBM. Untuk mendukung  gagasan relational database ini
IBM membuat sebuah bahasa khusus dalam melakukan query database yaitu SQL(Structure Query Language).

Untuk beberapa tahun, DB2 khusus dibuat untuk IBM mainframe. Namun kemudian, IBM membawa DW2 ke platform lain seperti UNIX , Windows, dan Linux. Sekarang ini DB2 telah mengalami kemajuan yang pesat, dan telah tersedia di Platform 64 bit. IBM mengklaim bahwa DB2 telah mempunyai feature selft tunning, self managing, dan mendukung penyimpan XML secara native.

DB2 mempunyai beberapa edisi software, hal ini untuk menghindarkan user membayar feature yang tidak mereka pakai. Edisi-edisi yang ada di DB2 antara lain seperti Sample Edition  termasuk Workgroup, Workgroup Unlimited, Enterprise Database,  dan  Edisi High end nya bernama DB2 UDB Data Warehouse Enterprise Edition. Untuk Menghadapi Oracle dan Microsoft yang telah mengeluarkan versi gratis software nya, IBM mengeluarkan DB2 Universal Database Express C , dengan license free.

Minimal Features on: storage & indexing

Storage and Indexing
DB2 mendukung abstraksi penyimpanan logical database table dalam multi node dan multi disk environtment. Maksud dari multi node ialah gabungan beberapa komputer(Node). Node groups  dapat didefinisikan untuk mendukung table partisi di  untuk setiap node. Ini memungkinkan fleksibilitas dalam penempatan partisi  table pada node mana saja. Sebagai contoh: Table yang berukuran besar dibisa di partisi, lalu disimpan di node yang mana saja, asalkan node itu terhubung. Sedangkan untuk table yang kecil, bisa di simpan dalam node yang sama.

Dalam sebuah node, DB2 menggunakan Table space untuk mengorganisasi table nya. Table space mengandung satu atau lebih container, yang berisi references untuk direktori, devices, atau file. Sebuah Table space bisa mengandung satu atau lebih table dan LOBs(Large Object).

DB2 mendukung strip(pencacahan /penyebaran) antar kontainer. Sebagai contoh: Bila ada penambahan table DB2 akan menempatkan nya di kontainer1 sampai kontainer itu penuh. Bila sudah penuh, DB2  akan menempatkan di kontainer 2, dst. Terdapat keuntungan bila melakukan ini: paralel I/O dan Load balancing.

DB2 juga mendukung prefecthing dan asynchronous writes menggunakan thread yang terpisah.

Tabel, Record dan Index

DB2 mengorganisasi data sebagai record pages. Tabel terdiri dari himpunan page. Setiap page berisi himpunan dari record. Page ke-0 berisi sistem record tentang tabel, dan status tabel itu sendiri.DB2 menggunakan sebuah space map record yang bernama Free Space Control Record yang berfungsi untuk menemukan free space yang terdapat dalam tabel. FSCR record biasanya berisi dari map 500 page. FSCR berisi beberapa bit yang menunjukan rata-rata penggunaan pada tiap tabel. Misalkan bila dengan 2 bits, 11 berarti hampir semua  free, 01  berarti seperempat nya free. Untuk menekan cost untuk setiap update, isi dari FSCR tidak akan selalu di update. Maka kode untuk insert dan delete harus menvalidasi isi FSCR dengan melakukan physical check untuk melihat free space di dalam page.

Index
Index diorganisasikan seperti page biasa, didalam nya terdapat index record yang dirujuknya, pointer kepada anak/ dan saudara nya. DB2 menyediakan dukungan untuk mekanisime index  B+ tree. B+ tree berisi internal page dan leaf page. Index memakai bidirectional pointer di leaf level untuk mendukung forward dan reserve scan. Leaf page didalamnya terdapat index entries untuk menunjuk record di tabel. Setiap record
mempunyai no unik untuk mengenalinya, yang bernama Record Indentier(RID). RID dibentuk dari angka page indentifier dan slot indentifier.Sebuah index bisa didefinisikan sebagai clustering index dari tabel. Jika begitu, data record  di olah dalam page-oriented clustering order berdasarkan index keys

Index pada DB2 juga memungkinkan menyimpan tambahan data selain record identifier di level index. Sebagai contoh, CREATE UNIQUE INDEX I1 ON T1 (C1) INCLUDE(C2) menspesifikasi bahwa C2 menjadi extra coloumn di index pada kolom C1. Dengan cara ini membuat DB2bbisa melayani “index only” query processing teknik. Ini bisa mencegah pembacaan actual record untuk queries yang menggunakan included record. Direktif tambahan seperti MINPCTUSED dan PCTFREE bisa digunakan untuk mengkontrol penggabungan index page dan  alokasi inisial space selama bulk load.

Page format

  • Terdapat header dan slot direktor
  • Slot direktori berisi 255 entries yang merefer ke record offset di page
  • DB2 mendukung berbagai ukuran record seperti ukuran  4 KB, 8 KB,16 KB dan 32 KB
  • Maksimal tiap page mengandung255 user record.
  • Makin besar ukuran page, makin mendukun data yang mempunyai jumlah kolom yang banyak.
  • Ukuran yang kecil berguna untuk operasi data yang sering di update.

 DB2  

Overview
DB2 Universal Database Server dapat digunakan pada berbagai hardware dan platform system operasi, mulai dari mainframe dan server besar sampai workstation dan perlatan-peralatan kecil (small hand-held devices). DB2 dapat berjalan baik pada sistem operasi operasi buatan IBM dan non-IBM. DB2 Everyplace Edition dapat berjalan pada sistem operasi seperti PalmOS, Windows CE, dan lainnya. Aplikasi dapat berpindah dari low-end platform ke high-end server
 DB2 Database Server Saat Ini
Saat ini, DB2 dan produk keluarannya (DB2 family of products) dapat digunakan di berbagai variasi Sistem operasi untuk server, seperti UNIX,Linux, Windows, IBM iSeries(OS/400) dan zSeries(OS/390, z/OS, VM, VSE, dan Linux)
Sementara, DB2 Everyplace mensupport perangkat kompak dan kecil(handheld device), seperti PDA, komputer saku, Linux, dan menyediakan sinkronisasi data dengan sistem besar. Berbagai tools telah disediakan untuk application development dan database administration melalui famili dari DB2.

DB2 family of product

Berikut adalah tabel dari persyaratan minimum untuk dapat menjalankan bebagai
produk DB2:

DB2 Query Patroller adalah sistem manajemen query yang baik (powerful query management system) yang memungkinkan kita mengontrol query di basis data DB2 kita secara proaktif dan dinamis

Perkembangan DB2

  • Akhir th. 70-an,Riset penyusunan teknologi relasional
  • Th. 80-an,Produk DB2 untuk VM, VSE, MVS, AS/400, OS/2
  • Th. 90-an,Produk DB2 untuk AIX, HP-UX, SOLARIS, NT, SINIX

Keunggulan DB2

  1. Dapat dijalankan pada bermacam-macam platform
  2. Menunjang client/server platform, aplikasi multimedia, object oriented
  3. Dirancang untuk memperoleh informasi dalam bisnis berskala kecil maupun besar
  4. Memiliki alat yang mengizinkan user membuat macam-macam aplikasi untuk mengakses dan bekerja dengan data

 UTILITAS-UTILITAS DB2

Digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi sistem administrasi
• Utilitas terbagi dalam 3 kategori :
1. Utilitas Setup atau Move
2. Utilitas Maintenance
3. Utilitas Recovery

Utilitas Setup atau Move
Berfungsi untuk memuat (loading) data ke dalam tabel dan sebaliknya.
Tabel yang dimuat dapat berupa tabel kosong atau yang sudah ada isinya.Terdiri dari 2 fungsi yaitu : Load dan Unload.
Utilitas Maintenance
Berfungsi mengatur kembali table space atau index, memperolehkembali ruang yang hilang pada fragmentasi tabel atau tabel yang telah dihapus, memperbaiki statistik yang disimpan pada DB2 Catalog.
Terdiri dari 2 fungsi yaitu : Reorganize dan Update Statistics.
Utilitas Recovery
Berfungsi untuk menempatkan kembali (restore) basis data padakeadaan yang sekarang.Terdiri dari 2 fungsi yaitu : Backup dan Recover

ORACLE

Basis data Oracle adalah basis data relasional yang terdiri dari kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer (platform). Basis data Oracle ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Ellison, Bob Miner dan Ed Oates lewat perusahaan konsultasinya bernama Software Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977. Pada tahun 1983, perusahaan ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai sekarang.

Jenis perangkat keras (platform) yang dipakai sebagai server (host):
Apple Mac OS X Server: PowerPC
HP HP-UX: PA-RISC, Itanium
HP Tru64 UNIX: Alpha
HP OpenVMS: Alpha, Itanium
IBM AIX5L: POWER
IBM z/OS: zSeries
Linux: x86, x86-64, PowerPC, zSeries, Itanium
Microsoft Windows: x86, x86-64, Itanium
Sun Solaris: SPARC, x86, x86-64

Pesaing
IBM: DB2, Informix, UDB
Microsoft SQL Server
Teradata (data warehousing dan business intelligence)
Software AG: Adabas
Sybase.

Oracle dan IBM menekankan pada platform menengah seperti UNIX dan Linux, sementara Microsoft cenderung meraih pasar untuk kelas rendah (Microsoft Windows platforms). Basis data Oracle juga bersaing dengan basis data sumber-terbuka (open-source relational databases), seperti PostgreSQL, Firebird, dan MySQL. Perangkat lunak EnterpriseDB yang berbasis PostgreSQL, belum lama ini mengumumkan fitur yang kompatibel dengan Oracle dengan harga yang sangat wajar dan murah.

Manfaat PL/SQL

Mendukung SQL SQL telah menjadi bahasa basis data standar karena ia fleksibel, powerful, dan mudah dipelajari. Beberapa perintah-perintah seperti bahasa Inggris seperti SELECT, INSERT, UPDATE, dan DELETE  membuatnya mudah untuk memanipulasi data yang tersimpan di dalam basis data relasional (relational database).

SQL adalah non-prosedural, yang berarti bahwa kita dapat menetapkan apa yang ingin kita lakukan tanpa menentukan bagaimana melakukannya. Oracle yang akan menentukan cara terbaik untuk melayani permintaan kita. Tidak ada koneksi yang tidak perlu antara perintah perintah yang berurutan karena Oracle mengeksekusi perintah SQL sekali pada satu waktu.  PL/SQL mengijinkan kita untuk menggunakan seluruh perintah-perintah data manipulation, cursor control, dan transaction control SQL begitu pula dengan functions, operators, dan pseudocolumns. Sehingga, kita dapat memanipulasi data secara lebih fleksibel dan aman. Juga, PL/SQL mendukung
penuh tipe-tipe data SQL. Hal ini mengurangi perlunya mengkonversi data yang dilewatkan diantara aplikasi-aplikasi kita dan database.
PL/SQL juga mendukung SQL dinamis (dynamic SQL), sebuah teknik pemrograman tingkat lanjut yang membuat aplikasi-aplikasi kita lebih fleksibel dan serbaguna. Program-program kita dapat memproses perintah-perintah data definition, data control, dan session control  SQL secara “on the fly” saat runtime.

Mendukung Object-Oriented Programming

Object types merupakan tool pemodelan berorientasi objek yang ideal, dimana kita dapat menggunakannya untuk mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi-aplikasi kompleks. Disamping juga membolehkan kita untuk menciptakan komponen-komponen software yang modular, maintainable, dan reusable, object types membolehkan juga tim-tim programmer yang berbeda untuk membangun komponen-komponen software secara berkelanjutan. Dengan mengenkapsulasi operasi-operasi dengan data, object types mengijinkan kita untuk memindahkan kode-kode pemeliharaan data keluar dari script-script SQL dan blok-blok PL/SQL menuju kepada methods. Object types
juga menyembunyikan detil-detil implementasi, sehingga kita dapat mengubah detil-detil tanpa mempengaruhi program-program pada sisi klien.Sebagai tambahan, object types memperbolehkan pemodelan data yang realistis. Entitas-entitas kompleks pada dunia nyata beserta relasi-relasinya dipetakan secara langsung ke dalam object types.  Hal ini membantu program-program kita secara lebih baik merefleksikan dunia yang berusaha disimulasikannya.

Bentuk Umum Struktur PL/SQL
DECLARE
variabel tipe_data;
konstanta CONSTANT tipe_data := nilai;

BEGIN
statement_1;
statement_2;

EXCEPTION
WHEN nama_eksepsi THEN statement_untuk_mengatasi_error;

END;

Contoh Program (tanpa exception) :
SQL> SET SERVEROUTPUT ON
SQL>DECLARE
v1 NUMBER(3);
BEGIN
v1 := 3;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘v1= ‘ || v1);
END;
/
Contoh Program (dengan exception):
SQL>SET SERVEROUTPUT ON
SQL>DECLARE
X Integer;
BEGIN
X := „Belajar Oracle‟;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE( TO_CHAR(X) );
EXCEPTION
WHEN VALUE_ERROR THEN
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE („Kesalahan pada pengisian nilai‟);
END;

Sumber:

SQL (Structured Query Language

SQL secara garis besar terdiri dari 3 bagian,yaitu :

  1. DDL (Data Definition Language)
  2. DML (Data Manipulating Language)
  3. DCL (Data Control Language)

Hubungan antara SQL dan Basis Dats Relasional

Secara sederhana hubungan atara SQL dan basis data relasional adalah penghubung antara aplikasi dan basis data relasional.
Aplikasi adalah bahasa pemograman umum seperti : Oracle Developer,C++Builder,Delphi,Power Builder,Visual Basic,Visual FoxPro,Microsoft Access,dll.Sedangkan Basis Data Relasional adalah basis data dimana tabel-tabel yang ada di dalamny saling berelasi satu dengan yang lain (ERD).

  • Data Defenition Language (DDL)

DDL merupakan perintah yang digunakan untuk melakukan pendefenisian database dan pendefenisian tabel. Dengan kelompok perintah dalam DDL ini maka dapat dibuat tabel, mengubah strukturnya, menghapus tabel, membuat indeks untuk tabel dan lain-lain yang bermuara pada pembentukan struktur database. Sebagai salah satu contoh perintah dalam kelompok DDL dalam pembuatan tabel.

CREATE TABLE NamaTabel

(Field1 TipeData1 [,Field2 TipeData2 [,…] ] )

  • Data Manipulation language (DML)

DML merupakan kelompok perintah untuk melakukan manipulasi data dalam database, menambahkan data, mengubah data, menghapus data, mengambil dan mencari data. Sebagai salah satu contoh perintah dalam kelompok DML dalam penambahan data.

INSERT INTO NamaTabel (NamaFiled1 [ , NamaFiel2 ] [,…])

VALUES (IsiField1 [,IsiFild2 ] [,…])

  • Data Control Language (DCL)

DCL merupakan kelompok  perintah untuk melakukan pendefinisian pemakai yang boleh mengakses database dan apa saja privilegenya (hak untuk menggunakan). Fasilitas ini tersedia pada sistem manajemen database yang memiliki fasilitas keamanan dengan membatasi pemakai dengan kewenangannya. Kelompok perintah DCL  sering digunakan oleh DBA (Database Administrator). Sebagai salah satu contoh perintah dalam kelompok DCL adalah

      GRANT PerintahSQL [,…]

 TO NamaPengguna [,…]

STRUCTURE SQL

DATA DEFINITION LANGUAGE

  • CREATE TABLE

Fungsi : membuat tabel
Sintaks :

CREATE TABLE tbname
(col 1  data type data spec,
col 2             data type data spec,
.
.
PRIMARY KEY (col1,……))

Contoh :
CREATE TABLE PERSONEL
(REGNO CHAR(10) NOT NULL,
NAME   CHAR(45) NOT NULL,
ADDRESS CHAR(45),
BIRTH DATE    NOT NULL WITH DEFAULT,
PRIMARY KEY (REGNO))
NULL
Spesifikasi
NULL,  NOT NULL,  NOT NULL WITH DEFAULT

NULL :
dapat diinterpretasikan sebagai nilai yang tidak diketahui atau tidak tersedianya suatu nilai. Null bukan berarti kosong (blank) atau 0 (Nol)
NOT NULL :
pemakai atau program harus memberikan nilai-nilai pada saat memasukkan record
NOT NULL WITH DEFAULT :
nilai default disimpan pada saat record dimasukkan tanpa nilai yang ditentukan untuk kolom ini.

Nilai default-nya :

Nol                             untuk tipe field NUMERIC

Blank                         untuk tipe field CHARACTER
CURRENT DATE  untuk tipe field DATE
CURRENT TIME   untuk tipe field TIME

Pada saat membuat tabel, salah satu atribut tersebut di atas dispesifikasikan pada
sebuah kolom.

  • CREATE VIEW

Fungsi : membuat tabel view.
View merupakan bentuk alternatif  penyajian data dari satu atau lebih tabel. View dapat berisi semua atau sebagian kolom yang terdapat pada tabel dimana kolom tersebut didefinisikan.

Tujuan membuat view :

  1. Meningkatkan keamanan data
  2. Meningkatkan kemandirian data
  3. Penyederhanaan bagi end user (data yang sedikit, nama-nama kolom yang baru dan dapat dibaca dengan lebih baik)

Properti :

  1. Tidak terdapatnya data tambahan
  2. View mencakup subset kolom dan / atau baris
  3. View dapat berisikan data dari beberapa tabel dan / atau tabel-tabel view lainnya
  4. View dapat berisikan perolehan data, misal : nilai rata-rata
  5. Manipulasi data melalui view terbatas

Sintaks :
CREATE VIEW  viewname (column1, column2, ……..)
AS SELECT statement FROM tbname
[WITH CHECK OPTION]

Keterangan :

  •  View-name  : nama view yang akan dibuat.
  • Column         : nama atribut untuk view
  • Statement     : atribut yang dipilih dari tabel basis data
  • Tabel-name  : nama tabel basis data.

Contoh :
CREATE VIEW VPERSON (REGNO, NAME) AS
SELECT  REGNO, NAME FROM PAUL.PERSONEL

  • CREATE INDEX  

Fungsi : membuat index

Sintaks : CREATE [UNIQUE] INDEX indexname
ON nama_table (nama_kolom)

Contoh : CREATE UNIQUE INDEX PRSONIDX
ON PERSONEL(REGNO)

Dengan indeks memungkinkan suatu tabel diakses dengan urutan tertentu tanpa harus merubah urutan fisik dari datanya dan dapat pula diakses secara cepat melalui indeks yang dibuat berdasar nilai field tertentu. Spesifikasi  UNIQUE akan menolak key yang sama dalam file.

  • DROP TABLE

Fungsi : menghapus Tabel
Sintaks : DROP TABLE tbname
Contoh : DROP TABLE PERSONEL

Dengan perintah itu obyek lain yang berhubungan dengan tabel tersebut otomatis
akan dihapus atau tidak akan berfungsi seperti :

  • semua record dalam tabel akan terhapus
  • index dan view pada tabel akan hilang
  • deskripsi tabel akan hilang
  • DROP VIEW

Fungsi : menghapus view

Sintaks :   DROP VIEW viewname

Contoh : DROP VIEW VPERSON

  • DROP INDEX

Fungsi : menghapus index

Sintaks : DROP INDEX indexname

Contoh : DROP INDEX PRSONIDX

  • ALTER

Fungsi : merubah atribut pada suatu tabel
Sintaks : ALTER TABLE tbname
MODIFY (nama_kolom  tipe_kolom)
ADD      (nama_kolom   tipe_kolom [[before, nama_kolom]])
DROP     (nama_kolom  tipe_kolom)

Contoh :  merubah Tabel TABX dengan menambah Field D.

ALTER TABLE TABX
ADD D CHAR(3)

Contoh Kasus DDL :

  • Membuat Tabel (CREATE TABLE)

1. CREATE TABLE S
(Sn          Char(5) NOT NULL,
Sname Char(20) NOT NULL,
Status   Smallint  NOT  NULL,
City       Char(15) NOT NULL);

2. CREATE TABLE P
(Pn         Char(6) NOT NULL,
Pname Char(20) NOT NULL,
Color    Char(6) NOT NULL,
Weight  Smallint NOT NULL);

3. CREATE TABLE SP
(Sn     Char(5) NOT NULL,
Pn     Char(6) NOT NULL,
QTY  INTEGER NOT NULL);
4. CREATE UNIQUE INDEX Sidx  ON S(Sn);
CREATE UNIQUE INDEX Pidx  ON P(Pn);
CREATE  INDEX Sdx ON SP(Sn);
CREATE  INDEX Pdx ON SP(Pn);

  • Modifikasi Table P dengan perintah  :

RENAME COLUMN P.COLOR TO WARNA
ALTER TABLE P  ADD (City CHAR(15) NOT NULL)

  • Membuat View (CREATE VIEW)

1. Membuat view untuk suplier yang statusnya lebih besar dari 15

CREATE VIEW GOOD_SUPPLIERS
AS SELECT Sn, Status, City FROM S
WHERE Status > 15;

2. Membuat view yang berisi supplier yang tinggal di Paris

CREATE VIEW Paris_Suppliers
AS SELECT * FROM Supliers
WHERE City = ‘ Paris ‘

3. Membuat view dengan mengganti nama_atributnya

CREATE VIEW Parts (PNum, Part_Name, WT)
AS SELECT P#, Pname, Weight FROM Part
WHERE COLOR = ‘Red’

Contoh Kasus DML :

Menambah record (INSERT)

INSERT INTO S VALUES (‘S1′,’Smith’,20,’London’);
INSERT INTO S VALUES (‘S2′,’Jones,10,’Paris’);
INSERT INTO S VALUES (‘S3′,’Blake’,30,’Paris’)

  • Merubah record (UPDATE)

1. Merubah data (record) pada tabel P yang mempunyai nomor part P2, warnanya dirubah menjadi Kuning dan beratnya ditambah 5

UPDATE P SET Warna  = ‘Yellow’,
Weight = Weight + 5
WHERE Pn  = ‘P2’

2. Merubah record pada tabel S, statusnya menjadi dua kali status awal untuk
supplier yang bertempat tinggal di kota London

UPDATE S SET Status    = 2 * Status
WHERE City = ‘London’

  • Menghapus record (DELETE)

Menghapus record pada tabel S yang nomor supplier-nya S5

DELETE FROM S
WHERE Sn =’S5′

  • Menampilkan record (SELECT 1 tabel)

1. Menampilkan semua data supplier

SELECT * FROM S
atau

SELECT Sn, Sname, Status, City  FROM S

2. Menampilkan semua nilai Pn pada tabel SP

SELECT Pn FROM SP

3. Menampilkan nomor supplier dan status untuk supplier yang tinggal di Paris

SELECT Sn, Status FROM S
WHERE City =’Paris’

4. Menampilkan no.supplier yang tinggal di Paris dengan status > 20
SELECT Sn FROM S
WHERE City =’Paris” AND Status > 20

5. Menampilkan jumlah pengiriman P1
SELECT COUNT(*) FROM SP
WHERE Pn = ‘P1’

6. Perintah untuk menghindari hasil data yang sama terulang kembali (distinct)
SELECT DISTINCT Pn FROM SP

7. Menampilkan no.supplier dan status bagi supplier yang tinggal di Paris dalam urutan status menurun
SELECT  Sn,Status FROM S
WHERE City = ‘Paris’
ORDER BY Status desc

8. Menampilkan no.Part dari semua part yang dipasok oleh lebih dari seorang supplier
SELECT Pn FROM SP
GROUP BY Pn
HAVING COUNT(*) > 1

9.Menampilkan semua part yang nomornya dimulai dengan huruf C
SELECT * FROM P
WHERE Pname LIKE ‘C%’

  • Menampilkan record (SELECT lebih dari satu tabel / JOIN)

1. Menampilkan semua supplier dan part yang keduanya bertempat tinggal pada kota yang sama

SELECT Sn, Sname,S tatus, S.City , Pn, Pname, Warna, Weight FROM S,P
WHERE S.City = P.City
2. Menampilkan nama supplier yang memasok barang dengan nomor part P2
SELECT Sname FROM S, SP
WHERE S.Sn = SP.Sn AND SP.Pn = ‘P2’

3. Menampilkan nama supplier yang memasok part berwarna merah
SELECT Sname FROM S, SP, P
WHERE S.Sn = SP.Sn
AND SP.Pn = P.Pn
AND P.COLOR = ‘RED’

  • Menampilkan record (SELECT lebih dari satu tabel / SELECT Bertingkat)

1. Menampilkan nama supplier yang memasok barang dengan nomor part P2
SELECT Sname FROM S WHERE Sn IN
(SELECT Sn FROM SP WHERE Pn = ‘P2’)
atau
SELECT Sname FROM S WHERE Sn = ANY
(SELECT Sn FROM SP WHERE Pn = ‘P2’)

2. Menampilkan nama supplier yang memasok part berwarna merah
SELECT Sname FROM S WHERE Sn IN
(SELECT Sn FROM SP WHERE Pn IN
(SELECT Pn FROM P WHERE Warna = ‘Red’))

3. Menampilkan no.supplier dengan nilai status lebih kecil daripada nilai maksimum status yang ada pada tabel S
SELECT Sn FROM S WHERE Status <
(SELECT  MAX(Status) FROM S)

4. Menampilkan nama supplier yang tidak memasok barang dengan nomor part P2
SELECT Sname FROM S WHERE Sn NOT IN
(SELECT Sn FROM SP WHERE  Pn = ‘P2’)

5. Menampilkan semua nomor supplier yang sama lokasinya dengan S1

SELECT Sn FROM S WHERE CITY =
(SELECT CITY FROM S WHERE Sn = ‘S1’)

Sumber :

Heryanto Imam,Menguasai SQL-Metode Praktis,Informatika,